Mar 1, 2019

Langkah memulai Hidup Minimalis

Akhir akhir ini saya tertarik dengan gaya hidup minimalis, gaya hidup ini sangat bertolak belakang dengan era hidup yang sangat konsumtif ini. Gaya hidup minimalis membuat orang yang menerapkannya merasa damai dalam hidup ini, tidak seperti konsumerisme yang membuat kita boros dan selalu ingin membeli sesuatu yang tidak kita perlukan. Itulah sebabnya kita akan merasa damai dalam hidup, kita tidak terbebani akan hal hal yang berbau materi dan hanya membeli hal hal yang kita perlukan saja. 



Beberapa orang di Dunia telah membagikan betapa berubahnya hidup mereka ketika telah menerapkan gaya hidup ini, semua terasa sangat damai dan hidup jadi lebih bahagia. Terlepas dari materialisme adalah hal luar biasa bagi mereka.

Saya pun tertarik untuk melakukannya, meski tidak se-ekstrim beberapa orang di luar sana. Saya memulainya dari tidak membeli barang yang tidak diperlukan. Saya berpikir selama 3 hari ketika ingin membeli suatu barang yang cukup mahal. Akhirnya saya menyadari bahwa barang yang saya ingin beli ternyata tidaklah terlalu penting. Dengan demikian, uang saya masih tetap utuh dan saya tidak menyesal akan hal itu.

Tidak hanya soal menghemat uang, dan mendamaikan jiwa. Gaya hidup minimalis mengajarkan kita bahwa kualitas itu jauh lebih penting daripada kuantitas. Lebih baik memiliki sedikit barang tapi barang itu bisa tahan lama dibandingkan punya puluhan barang yang sama tetapi hanya bertahan tidak lebih dari 1-5 tahun. Inilah kelebihan gaya hidup minimalis, Barang barang yang kita pakai biasanya hanya barang yang awet dan benar benar kita perlukan.

Mungkin untuk memulainya bisa dilakukan dengan hal hal berikut:

1. Memulai dengan membersihkan barang di kamar kita

Dengan menyingkirkan barang yang tidak kita perlukan, hal ini akan membuat perasaan kita jauh lebih lega, ini adalah langkah awal kita untuk bernafas di kehidupan yang penuh dengan hal yang sebenarnya tidak terlalu penting untuk dipikirkan.

2. Nikmati sesuatu tanpa terobsesi

Seringkali kita terobsesi akan sesuatu hal, misal kamu saat ini sangat menginginkan sebuah smartphone pengeluaran terbaru dari karya perusahaan yang memiliki nama buah, kamu seringkali memikirkannya dan melihatnya melalui smartphone kamu saat ini dengan mengagumi keindahan smartphone tersebut. Tanpa disadari ternyata smartphone telah kamu miliki, dan hal ini akan sangat percuma jika kamu memiliki dua smartphone. Cobalah pikirkan apakah barang yang kamu inginkan tersebut benar benar kamu butuhkan atau hanya sekedar keinginan.

3. Memikirkan hidup ini tanpa materi yang ada

Terkadang barang barang yang tak penting yang kita miliki hanya akan menjadi beban bagi kita sendiri. Terlebih jika barang tersebut mahal dan hanya menjadi pajangan saja, kita akan berpikir bagaimana cara merawatnya agar bisa tahan selamanya, "bagaimana jika gempa bumi terjadi? hal itu akan mergukan saya". Hal itu akan membuat beban pikiran tersendiri dan membuat kamu menjadi semakin stress dalam hidup ini. Kurangilah hal hal berbau materi agar kamu terhindar dari beban pikiran yang tidak diperlukan seperti demikian.

4. Hanya memiliki barang yang relevan dengan hidup

Jika kamu penikmat buku inspirasi, beli lah buku inspirasi. Jika kamu hanya menyukai buku komik, belilah buku komik, jangan membeli buku yang tidak kamu sukai seperti buku teknik elektrik atau buku fisika jika kamu tidak bersedia untuk mempelajarinya atau hanya sekedar untuk membacanya saja kamu segan. Janganlah membeli sesuatu barang hanya untuk memberikan kesan tersendiri ke orang lain bahwa kamu terlihat pintar. Hal ini akan sangat sia sia saja karena hal itu tidak relevan dengan kehidupan kita.

5. Mulailah menyusun pakaian lemari

Pakaian dalam lemari perlu kita susun, pilihlah pakaian yang hanya kamu sukai dan lihat lihat lagi apakah banyak pakaian yang tidak kamu pakai selama setahun ini. Jika iya, sumbangkan atau jual pakaian itu agar isi lemari pakaian kamu hanya terisi pakaian yang kamu gunakan saja. Hal ini akan mempercepat waktu berpikir kamu dalam memilih pakaian.

No comments:

Post a Comment