Oct 20, 2018

Jangan Kredit kalau cuma buat beli barang tak berguna

Kredit !!



Mendengar kata ini pastinya banyak sekali yang suka terlebih lagi para ibu rumah tangga, ya mereka adalah target dari banyaknya pengusaha yang menjual barangnya secara kredit. Bahkan banyaknya kartu yang disebut "kartu setan kredit" membuat terkadang kartu-kartu kredit banyak yang disalah gunakan.

Semakin lama bangsa ini memang di perbudak oleh sistem kredit yang dengan mudah di peroleh. Baik itu dengan uang muka alias DP atau tanpa DP barang yang di kredit pun akan berpindah tangan dengan sempurna. Nah !! Yang jadi persoalan ini banyak kredit pinjaman dengan sistem bunga yang jelas adalah riba zaman modern, semua pengusaha kredit pinjaman ini menjamur dari yang besar berupan Bank hingga yang kecil dengan nama rentenir.

Siapa yang harus disalahkan ketika manusia yang ada di nusantara ini terlalu hidup konsumtif ? Layaknya para Jendral kapitalis yang hidup bermewah-mewahan sedangkan banyak rakyat masih menjerit akibat kemiskinan hingga akhirnya mereka pun di jadikan tumbal oleh kaum sosialis di tahun 1965.

Tapi sekarang ini kredit pun mulai mencekik leher masyarakat yang ingin hidup hedonisme namun tak sanggup membeli dengan cash, mereka seakan berlomba dengan tetangga sebelah untuk siapa dulu yang bisa membeli barang mewah biar dikata "wah".

Sudah banyak korban kredit karena tak sanggup membayar tapi ditagih malah marah-marah, hingga mata elang pun disewa untuk eksekusi barang yang sanggup untuk melunasinya. Entahlah sudah tahu tak sanggup membeli tapi ingin punya, "biar ga makan tapi nyohor" itulah pepatah masyarakat di zaman edan. Budaya konsumtif inilah yang dimanfaatkan banyak pihak terutama produk-produk asing yang harganya lumayan bikin kantong bolong baik itu dari elektronik, furniture, hingga kendaraan bermotor.

Kredit kini bergerak di segala lini, inilah kehidupan manusia yang tak bisa lepas dari yang namanya kredit. Biar kata hidup jadi irit dan pasti terhimpit oleh lemahnya ekonomi global saat ini, tapi kredit tetap berjalan seakan candu bagi masyarakat ini. Tapi tetap saja kredit di perlukan untuk nilai barang yang benar-benar besar seperti kredit rumah, bahkan nilai jual kembalinya pun sangat menguntungkan. Tapi untuk kredit barang tentu saja nilai jual kembalinya akan terjun bebas.

14 comments:

  1. yang penting punya dulu, bayarnya baru mikir

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah ini mindset yang bahaya, hahaha

      Delete
  2. hidup sesuai kemampuan saja,
    ngeri kalo nurutin pengen..

    kartu kredit itu rentenir jaman now..
    apalagi kalo gak bisa ngatur keinginan dan kemampuan. Pas jatuh tempo, kelar dah idup lo

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya jangan sampai punya kartu kredit kalau tak bisa kontrol diri

      Delete
  3. wiko setiawanOctober 20, 2018

    Saya liat iklan2 pinjaman online rasanya mau muntah.

    Hidup dari beranakin duit.

    masyarakat nya di begoin nafsu jadi hedon dan gemar ngutang lupa hidup sederhana sesuai kemampuan lebih tenang

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mending hidup sederhana daripada hutang banyak

      Delete
  4. Andri SebastianOctober 20, 2018

    kata tetangga Saya sih kalo gak kredit barang2 gak bisa ke beli soal nya itu gaji cuman datang dan pergi doang

    ReplyDelete
    Replies
    1. coba nabung makanya, 50% gaji ditabung, 30% buat kebutuhan sehari hari, 20% buat hiburan

      Delete
  5. banyakan kredit... kek temen Saya baru kredit beberapa bulan motor udh di modif2 karena baru dpt kerja eh berangkat kerja aja males2an akhirnya dipecat... bingung mau bayar cicilan gmn akhirnya kakaknya yg bayar

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah berarti nggak sanggup bayar ya

      Delete
  6. Klo Aku sih pengennya ambil KTA gan biar ga pusing bayarnya (Kredit Tanpa Angsuran)

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang saya tahu itu singkatan Kredit Tanpa Agunan, haha

      Delete
  7. harus benar2 diperhitungkan klo ambil kredit

    ReplyDelete