Jul 17, 2018

Rahasia Keluarga Cerdas di Era Kekinian Saat ini




    Keluarga adalah salah satu bentuk pendidikan yang utama yang diharapkan menyediakan kebutuhan psikologis dan biologis bagi anak, merawat, dan mendidiknya. Keluarga merupakan konsep yang dapat membantu anak-anak agar dapat tumbuh menjadi pribadi yang dapat berguna, beradaptasi, mewarisi kebudayaan, dan mewarisi nilai kehidupan bagi lingkungannya. Anak-anak dibekali untuk memasuki dunia orang dewasa, bahasa, adat istiadat, dan seluruh isi kebudayaan yang ada. Dalam keluarga batih, terutama ayah sebagai kepala keluarga, harus memberikan bimbingan, ajakan, pemberian contoh, dan juga sanksi khusus. Anak dapat dididik untuk menjadi pandai, berpengalaman, berpengetahuan, serta berperilaku dengan baik. Keluarga bukan hanya bertujuan untuk menambah keturunan, bercinta, dan tujuan reproduksi. Keluarga merupakan sarana untuk menciptakan suasana sebagai proses pendidikan berkelanjutan guna melahirkan generasi penerus (keturunan) yang cerdas dan budi pekerti yang lebih baik, di mata orang tua dan juga bagi masyarakat.

Orang Tua Sebagai Role Model

    Anak-anak memiliki dunianya sendiri dalam setiap kegiatannya. Hal itu terlihat dari banyaknya gerak, penuh semangat, suka bermain pada setiap tempat dan waktu, tidak mudah letih, dan cepat bosan. Anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang besar dan ingin memiliki mencoba segala hal yang dianggapnya baru. Anak-anak hanya berpikir untuk melakukan yang mau ia lakukan saat ini, sehingga anak tersebut tidak memikirkan masa lalu dan tidak memikirkan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Oleh karena itu, orang tua dapat menjadi realitas masa sekarang sebagai titik tolak dan metode pembelajaran bagi anak khususnya di era kekinian ini.

    Manusia yang berkualitas hanya akan lahir dari remaja yang berkualitas, remaja yang berkualitas hanya akan tumbuh dari anak yang berkualitas. Keluarga sebagai lembaga sosial terkecil memiliki peran penting dalam hal pembentukan karakter individu. Keluarga menjadi begitu penting karena melalui keluarga ini lah kehidupan seseorang terbentuk. Sebagai lembaga sosial terkecil, keluarga merupakan bangunan yang kompleks di suatu tatanan masyarakat. Seorang anak akan bersosialisasi, memahami, menghayati, dan merasakan segala aspek kehidupan yang tercermin dalam kebudayaan. Hal tersebut dapat dijadikan suatu tiang seiring dengan berkembangnya zaman, pendidikan moral dalam keluarga mulai luntur. Oleh sebab itu, peran keluarga sangat besar sebagai penentu terbentuknya moral-moral manusia yang dilahirkan.

    Ada lima pembagian masa kanak-kanak yaitu:
  1. Masa prenatal, yaitu diawali dari masa konsepsi sampai masa lahir
  2. Masa bayi dan tatih, yaitu saat usia 18 bulan pertama kehidupan merupakan masa bayi, di atas usia 18 bulan sampai tiga tahun merupakan masa tatih. Saat tatih inilah anak-anak menuju pada penguasaan bahasa dan motorik serta kemandirian
  3. Masa kanak-kanak pertama, yaitu rentang usia 3-6 tahun, masa ini dikenal juga dengan masa prasekolah
  4. Masa kanak-kanak kedua yaitu usia 6-12 tahun, dikenal pula sebagai masa sekolah anak-anak telah mampu menerima pendidikan formal dan menyerap berbagai hal yang ada lingkungannya
  5. Masa remaja, yaitu rentang usia 12-18 tahun, saat anak mencari identitas dirinya dan banyak menghabiskan waktunya dengan teman sebayanya serta berupaya lepas dari kungkungan orang tuanya.

Penanaman Moral dan Budi Pekerti Luhur
    
    Hal psikis alami yang sering terjadi pada anak adalah seringnya mereka mengajukan pertanyaan pada orang tua terkait semua hal tentang fiktif mau pun hal yang berdasarkan fakta. Ini merupakan sebuah ekspresi rasa ingin tahu ketika anak-anak sudah mulai menguasai bahasa dan motorik untuk menuju kepribadian yang mandiri. Ini lah saat peran orang tua dibutuhkan. Orang tua dituntut untuk menjawab segala pertanyaan yang dilontarkan dan harus menjawab dengan jawaban memuaskan bagi si anak walau itu bersifat fakta atau karangan orang tua. Banyak pertanyaan termasuk pernyataan yang bersifat sensitif, di sini lah peran orang tua untuk menyisipkan pendidikan mengenai moral dan budi pekerti untuk ditanamkan. 

"Orangtua sebaiknya turut mengantarkan anaknya ke sekolah pada hari pertama. Jangan sebatas di pintu gerbang saja, tetapi menemui gurunya agar mengetahui apa saja yang perlu dilakukan untuk menunjang proses belajar anak. Orangtua perlu menitipkan anaknya secara eksplisit kepada para gurunya, “kata Mendikbud melalui siaran pers, Senin, 16 Juli.

    Setiap orang tua pasti ingin anaknya tumbuh berkembang jadi manusia cerdas yang memiliki budi pekerti baik agar dapat menjaga nama baik keluarganya. Seorang anak tentunya berbeda pola pikirnya dengan orang dewasa. Seorang anak memang juga berpikir, melihat, mendengar, dan berperasaan namun belum tentu keluar dengan logika yang masuk akal.

“pemuda tidak akan jadi pemuda jika masa kanak-kanaknya jika tidak merasakan masa kanak-kanaknya”

    Selain pembentukan moral, seorang anak tentunya memerlukan pendidikan budi pekerti luhur. Salah satu cirinya adalah selalu menunjukkan sikap sopan dan hormatnya pada orang tua. Budi luhur merupakan sebuah nilai yang tidak melekat karena keturunan akan tetapi harus diciptakan. Budi pekerti luhur dapat dibilang sebagai produk pendidikan dalam keluarga. Budi pekerti luhur merupakan gabungan antara kehendak, karsa, dan akal. Seiring dengan modernisasi dan globalisasi, telah terjadi pergeseran nilai-nilai kebudayaan pada masyarakat. Siaran-siaran channel youtube dan televisi menjadi sorotan salah satu penyebab lunturnya nilai-nilai tersebut.

    Hadirnya teknologi hampir telah merebut kerekatan anak-anak dengan orang tuanya. Berbagai nasihat sering diacuhkan, diabaikan, bahkan dianggap kuno oleh anak zaman sekarang. Oleh karena itu, penting sekali di sini bahwa orang tua benar-benar harus memberi tahu anaknya konsep mengenai
nilai-nilai yang seharusnya dicerna dengan baik oleh anak-anak. Orang tua harus mengutamakan kebersamaan dalam keluarga setiap hari. Hal ini perlu agar anak dapat merasakan kehadiran orang tuanya. Komunikasi menjadi hal penting agar terjalinnya hubungan yang baik antara orang tua dan anak.

    Manfaat Teknologi Digital
  1. Sumber Informasi
  2. Membangun Kreativitas
  3. Komunikasi
  4. Pembelajaran Jarak Jauh
  5. Jejaring Sosial
  6. Mendorong Pertumbuhan Usaha
  7. Memperbaiki Layanan Publik


    Hal-hal yang Perlu diperhatikan Orang Tua di Dunia Digital
  1. Kesehatan Mata Anak
  2. Masalah Tidur
  3. Kesulitan Konsentrasi
  4. Menurunnya Prestasi Belajar
  5. Perkembangan Fisik
  6. Perkembangan Sosial
  7. Perkembangan Otak
  8. Perkembangan Bahasa Anak


Cara Jitu Orang Tua dalam Penyisipan Konten Nilai-Nilai Moral dan Budi Pekerti Luhur

  1. Berikan pujian atau apresiasi yang berbentuk positif kepada anak-anak pada saat yang tepat. Contohnya saat mereka mendapatkan nilai yang bagus ketika ujian. Pujian dan apresiasi yang positif dapat menjadikan kepercayaan diri pada anak menjadi meningkat
  2. Jadilah seorang teladan dalam tumbuh kembang anak. Orang tua yang selalu memberikan aura positif bagi lingkungan tentunya bisa menjadi cerminan bagi anaknya untuk melakukan hal positif pula di lingkungannya
  3. Tanamkan konsep proses bukan sesuatu yang bisa diraih secara instan. Contohnya ketika dalam studi kasus hadiah, seorang anak akan dibelikan mainan power ranger ketika dia bisa mendapatkan nilai lebih dari angka 7 saat pelajaran matematika
  4. Pembentukan karakter pada anak itu harus menjadi salah satu fokus. Mulai dari belajar kepemimpinan, bekerja sama, kedisiplinan, dan kunci sukses. Hal ini bisa membuat seorang anak terlatih rasa kepemimpinannya saat anak tumbuh dewasa nanti. Kamu sebagai orang tua bisa menyisipkan pembelajaran di aktivitas rutin, misalnya olahraga.
  5. Batasi penggunaan gadget. Membatasi bukan berarti melarang anak untuk menggunakan gadget, melainkan mengurangi dan mengontrol penggunaan konten anak tersebut. Melarang akan menimbulkan dampak psikologis apalagi jika teman-temannya mempunyai gadget pula. Misalnya, kamu dapat mengakali youtube dengan tontonan anak-anak yaitu youtube for kids atau bisa menyarin gkonten dengan pengaturan di aplikasi youtube
  6. Mengenalkan anak pada produk-produk digital. Selain berusaha untuk mengatasi dampak negatif terhadap anak, sebagai orang tua, kamu harus membuat anak menjadi sebuah probadi yang tidak ketinggalan zaman. Hal ini tentunya akan memperluas cakrawala pikir anak. Namun jangan lupa ya untuk menyelipkan konten nilai dan moral didalamnya. Kamu juga dapat mendapatkan kebersamaan yang penuh dengan keluarga jika dapat bereksperimen dengan produk-produk digital.
  7. Informasi meledak menjadi butiran butiran data yang tentunya dapat kita temui setiap saat. Anak-anak tentunya belum mempunyai kemampuan yang kuat untuk menyaring informasi mana yang benar atau bukan hoax. Oleh karena itu, orang tua diharapkan mampu memberikan jawaban yang ideal setiap rasa ingin tahu anak muncul.
    Orang tua merupakan role model bagi anak-anaknya, untuk itu seharusnya orang tua dapat menjadi contoh yang baik bagi anak-anaknya. Orang tua juga harus adaptasi terhadap perkembangan zaman dan teknologi saat ini. Anak-anak memiliki pemikiran yang kritis terhadap sesuatu yang baru. Bila orang tua tidak membuka diri terhadap perkembanga, tentunya akan menuai kesulitan dalam menjawab pertanyaan dari anak. Pada akhirnya berubah kebohongan dan secara tidak langsung menanamkannya pada anak. 

Jadilah orang tua yang cerdas, bukan keras 
#sahabatkeluarga
written by: M. Rezky Rahmansyah