Mar 2, 2019

Banyak orang orang mengatakan bahwa ketika kita ingin sukses, kita harus terus menerus bergegas membangun sesuatu yang akan bertahan selamanya. Itu benar, untuk mencapai tujuan yang besar itu kita akan membutuhkan kerja keras dalam waktu yang sangat lama.



Sekarang banyak sekali pengusaha, yang menggantungkan dirinya pada motivasi motivasi agar dirinya bisa terus berusaha keras. Menurut saya itu tidaklah salah, menjadi termotivasi adalah hal yang bagus, tapi itu tidak selalu dapat diandalkan. Bayangkan jika Anda hanya menjadi produktif ketika anda termotivasi saja. Anda akan tahu betapa tidak efisiennya hal itu, Anda menjadi tidak produktif ketika tidak ada yang memotivasi diri Anda.

Namun, Bagaimana jika Anda bisa menjadi Produktif tanpa menggantungkan diri anda terhadap faktor faktor luar tersebut?

Itulah mengapa membuat suatu kebiasaan baik sangatlah penting untuk mencapai tujuan Anda. Ketika Anda memiliki kebiasaan untuk melakukan sesuatu, Anda akan secara sistematis menjadi lebih produktif dari sebelumnya. Karena untuk mencapai impian tersebut, Kita membutuhkan sebuah kebiasaan yang konsisten setiap harinya.

Semua orang memiliki kebiasaan tersendiri, baik itu kebiasaan baik atau buruk, meski tidak kalian sadari. Setelah Pagi, apa yang anda lakukan pertama kali? bisa saja anda langsung memegang smartphone dan melihat instagram dan youtube setiap harinya ketika bangun pagi. itu adalah kebiasaan Anda. Coba kita ganti kebiasaan itu dengan membaca buku, mendengarkan podcast atau melihat video inspirasi. Semua kebiasaan kita telah otomatis diatur dalam otak kita. Kebiasaan itu membuat otak kita begerak secara otomatis tanpa harus berpikir keras akan kegiatan kita tersebut.

Tetapi hanya karena otak kita ingin lebih efisien, Bukan berarti hal itu hal yang baik. Bisa saja kebiasaan yang kita lakukan adalah kebiasaan buruk. Coba pikirkan bagaiamana kamu berbicara dengan orang disekitarmu, cara menghabiskan uangmu, dan makanan apa yang sering kamu makan sehari hari. Hal ini akan sangat berpengaruh terhadapa apa yang akan terjadi pada hidup kita.

Jadi agar kita bisa lepas dari kebiasaan buruk kita, kita harus memahami dulu bagaimana kebiasaan itu terbentuk. Kebiasaan buruk terbentuk selama 21 hari menurut pakar dari psikologi. Hal ini terjadi karena otak kita melakukan hal yang rutin terus menerus selama 21 hari dan membuatnya menjadi kebiasaan kita.

Sekarang cobalah lakukan hal baik selama 21 hari, seperti membaca buku, sholat dan berdoa, berolahraga atau merawat diri kamu rutin selama 21 hari. Hal ini akan membuat hal itu menjadi kebiasaan kita sendiri, dan otak kita akan memprogam hal itu secara otomatis. Ini akan menjadikan kegiatan yang kita lakukan selama 21 hari itu  menjadi kebiasaaan yang baik.

Kurangilah waktu dalam menghabiskan hal yang tidak penting dan ubah hal itu menjadi sesuatu yang jauh lebih bermanfaaat, jika tidak sanggup melakukannya seumur hidup, lakukanlah selama 21 hari terlebih dahulu, dan hal itu akan menjadi kebiasaan kamu selanjutnya. Sehingga kamu tidak akan terbebani lagi akan hal itu.

Sekian dari saya terima kasih.

Mar 1, 2019

Akhir akhir ini saya tertarik dengan gaya hidup minimalis, gaya hidup ini sangat bertolak belakang dengan era hidup yang sangat konsumtif ini. Gaya hidup minimalis membuat orang yang menerapkannya merasa damai dalam hidup ini, tidak seperti konsumerisme yang membuat kita boros dan selalu ingin membeli sesuatu yang tidak kita perlukan. Itulah sebabnya kita akan merasa damai dalam hidup, kita tidak terbebani akan hal hal yang berbau materi dan hanya membeli hal hal yang kita perlukan saja. 



Beberapa orang di Dunia telah membagikan betapa berubahnya hidup mereka ketika telah menerapkan gaya hidup ini, semua terasa sangat damai dan hidup jadi lebih bahagia. Terlepas dari materialisme adalah hal luar biasa bagi mereka.

Saya pun tertarik untuk melakukannya, meski tidak se-ekstrim beberapa orang di luar sana. Saya memulainya dari tidak membeli barang yang tidak diperlukan. Saya berpikir selama 3 hari ketika ingin membeli suatu barang yang cukup mahal. Akhirnya saya menyadari bahwa barang yang saya ingin beli ternyata tidaklah terlalu penting. Dengan demikian, uang saya masih tetap utuh dan saya tidak menyesal akan hal itu.

Tidak hanya soal menghemat uang, dan mendamaikan jiwa. Gaya hidup minimalis mengajarkan kita bahwa kualitas itu jauh lebih penting daripada kuantitas. Lebih baik memiliki sedikit barang tapi barang itu bisa tahan lama dibandingkan punya puluhan barang yang sama tetapi hanya bertahan tidak lebih dari 1-5 tahun. Inilah kelebihan gaya hidup minimalis, Barang barang yang kita pakai biasanya hanya barang yang awet dan benar benar kita perlukan.

Mungkin untuk memulainya bisa dilakukan dengan hal hal berikut:

1. Memulai dengan membersihkan barang di kamar kita

Dengan menyingkirkan barang yang tidak kita perlukan, hal ini akan membuat perasaan kita jauh lebih lega, ini adalah langkah awal kita untuk bernafas di kehidupan yang penuh dengan hal yang sebenarnya tidak terlalu penting untuk dipikirkan.

2. Nikmati sesuatu tanpa terobsesi

Seringkali kita terobsesi akan sesuatu hal, misal kamu saat ini sangat menginginkan sebuah smartphone pengeluaran terbaru dari karya perusahaan yang memiliki nama buah, kamu seringkali memikirkannya dan melihatnya melalui smartphone kamu saat ini dengan mengagumi keindahan smartphone tersebut. Tanpa disadari ternyata smartphone telah kamu miliki, dan hal ini akan sangat percuma jika kamu memiliki dua smartphone. Cobalah pikirkan apakah barang yang kamu inginkan tersebut benar benar kamu butuhkan atau hanya sekedar keinginan.

3. Memikirkan hidup ini tanpa materi yang ada

Terkadang barang barang yang tak penting yang kita miliki hanya akan menjadi beban bagi kita sendiri. Terlebih jika barang tersebut mahal dan hanya menjadi pajangan saja, kita akan berpikir bagaimana cara merawatnya agar bisa tahan selamanya, "bagaimana jika gempa bumi terjadi? hal itu akan mergukan saya". Hal itu akan membuat beban pikiran tersendiri dan membuat kamu menjadi semakin stress dalam hidup ini. Kurangilah hal hal berbau materi agar kamu terhindar dari beban pikiran yang tidak diperlukan seperti demikian.

4. Hanya memiliki barang yang relevan dengan hidup

Jika kamu penikmat buku inspirasi, beli lah buku inspirasi. Jika kamu hanya menyukai buku komik, belilah buku komik, jangan membeli buku yang tidak kamu sukai seperti buku teknik elektrik atau buku fisika jika kamu tidak bersedia untuk mempelajarinya atau hanya sekedar untuk membacanya saja kamu segan. Janganlah membeli sesuatu barang hanya untuk memberikan kesan tersendiri ke orang lain bahwa kamu terlihat pintar. Hal ini akan sangat sia sia saja karena hal itu tidak relevan dengan kehidupan kita.

5. Mulailah menyusun pakaian lemari

Pakaian dalam lemari perlu kita susun, pilihlah pakaian yang hanya kamu sukai dan lihat lihat lagi apakah banyak pakaian yang tidak kamu pakai selama setahun ini. Jika iya, sumbangkan atau jual pakaian itu agar isi lemari pakaian kamu hanya terisi pakaian yang kamu gunakan saja. Hal ini akan mempercepat waktu berpikir kamu dalam memilih pakaian.

Feb 13, 2019

Hari ini sedikit istimewa karena channel youtube saya telah mencapai 100.000 subscribers.
saya sangat ingin membahas tentang minimalisme dan masalah keuangan dalam youtube saya.
Selain itu saya akan mereview buku yang telah saya baca.
Nantikan nantinya di channel youtube saya.


Terima kasih buat semuanya.
jangan lupa mampir ke channelnya
https://www.youtube.com/channel/UC-uxRIcTmQBh2bfOtsaQDgg

Cheers
Mahdianto




Nov 29, 2018

Hidup ini memang seringkali penuh dengan masalah, namun bukan berarti harus berkeluh kesah dengan keadaan. Hidup ini adalah jalan perjuangan yang harus bisa terlewati dengan baik. Fokus pada penyelesaian masalah dan percaya pada diri sendiri merupakan kunci untuk bisa menuntaskan setiap permasalahan yang ada. Percaya pada diri sangatlah diperlukan untuk bisa memaksimalkan kemampuan diri dalam mengatasi problema dan rintangan yang ada.



Setiap orang mempunyai potensi tersembunyi yang bisa dimaksimalkan untuk meraih berbagai kesuksesan dalam hidup. Percaya diri memang menjadi salah satu modal penting, namun dalam kenyataannya seringkali terjadi krisis percaya diri yang akhirnya menghambat dan membatasi diri untuk bergerak lebih dalam rangka meraih setiap kesuksesan. Lantas apa sajakah penyebab-penyebab yang membuat seseorang bisa krisis percaya diri? Berikut paparannya..

1. Ketakutan Berlebih Akan Masa Depan



Tak jarang rasa takut akan masa depan membuat sebagian orang minder untuk bergerak dan berjuang hingga tak jarang meragukan kemampuannya sendiri. Ketakutan akan kegagalan di masa depan dan tak mau mengambil resiko lebih membuatnya ragu dengan kemampuannya pribadi dalam mengatasi setiap rintangan yang ada. Masa depan yang belum terlewati bukanlah sesuatu yang harus di takutkan, maka jalanilah hidup ini dengan nyaman karena baik buruknya masa depan bergantung pada perjuangan kita hari ini.

2. Merasa Kemampuan Pribadi Kurang



Manusia memang makhluk yang tak sempurna, dan begitu pula dengan diri kita. Namun bukan berarti ketidak sempurnaan itu membuat minder dan tak percaya diri. Untuk itulah jangan ragu dengan kemampuan diri, jikapun merasa kurang maka teruslah belajar untuk meningkatkan kemampuan dan menambah rasa percaya diri.

3. Kabar Buruk dari Orang Lain


Tak jarang kabar tak sedap dari orang lain membuat semangat lemah, maka sudah seharusnya kita bisa melihat dan menanggapi setiap kabar yang kurang baik dari sudut pandang yang berbeda dan memandang secara lebih positif. Seperti contoh kabar susahnya menyusun skripsi menurut orang lain tak lantas membuat rasa takut dan malas untuk menyusunnya, akan tetapi anggap saja kabar tersebut sebagai gambaran masalah yang harus dicari jalan keluarnya dan bukan sesuatu yang harus ditakutkan.

4. Pengalaman masa lalu



Kegagalan memang terkadang terasa menyakitkan, sehingga tak jarang karena kegagalan di masa lalu itulah yang membuat sebagian orang meragukan kemampuan dirinya untuk menyelesaikan setiap rintangan yang ada di masa kini. Kegagalan memang tak menyenangkan namun bukan berarti menjadi sesuatu hal yang harus ditakutkan, jikapun gagal di masa lalu maka cobalah evaluasi diri dan cari cara lain yang bisa mengantar diri pada keberhasilan.

5. Merasa yang Lain Lebih Hebat


Tak jarang sebagian orang merasa minder dan kurang percaya diri karena merasa orang lain lebih hebat dari dirinya. Setiap orang punya potensi terbaik dalam dirinya, maka sudah seharusnya kurang percaya diri harus di kikis, karena kehebatan seseorang dalam satu bidang belum tentu hebat dalam bidang lain. Untuk itulah jika tak bisa bersaing dalam bidang tertentu maka cobalah tekuni bidang lain yang berpotensi membawa pada kesuksesan.

Sumber :