Oct 22, 2018


Maka teteskanlah air matamu, Lalu bersimpuhlah di bumi-Nya yang suci, atas nikmat yang telah diberikan Tuhan kepadamu. Nikmat yang tak terhitung jumlahnya dan yang pernah bisa kita beli, bahkan dengan gunung emas sekalipun.


Dimulai dari hal yang paling sederhana, yang kerap tidak kita sadari betapa sesungguhnya kita telah dianugerahi berbagai macam nikmat hidup yang terkadang kita abaikan. Tanpa kita sadari kadang kita juga merasa bahwa hidup dan kehidupan ini adalah kodrat dan takdir yang biasa saja, dan bukan sesuatu yang harus dipikirkan atau direnungkan.

Mumpung nyawa masih menempel di raga, dan selagi nafas masih betah nongkrong di tenggorokan kita. Mari sama-sama kita evaluasi, dan kita lihat lagi nikmat-nikmat sederhana mana yang sepatutnya kita syukuri. Agar kita selalu ingat bahwa hidup ini adalah anugerah terindah dari Tuhan Sang Maha Pencipta.

Bersyukur Karena Nikmat Sehat

kita boleh punya uang banyak, harta berlimpah dimana-mana. Tapi ketika kita sakit (apalagi sakit yang parah) maka nikmat mana yang bisa kita nikmati atas harta kita tersebut?

Pernahkah kita sekali saja berpikir betapa tersiksanya saat kita sakit gigi? Bibir yang sariawan, atau sekedar demam dan sakit kepala. Rasanya pasti tidak enak. Sakit banget. Dan biasanya saat rasa sakit itu datang kita baru berpikir " betapa enaknya menjadi orang yang sehat".

Bersyukur Karena Nikmat Waktu

Tahu kenapa waktu tidak pernah akan bisa diulang?
Kenapa tidak pernah ada satu manusia jenius pun di dunia ini yang bisa membuat mesin waktu? Kenapa?

Percayalah jika ada yang bisa melakukan itu maka surga akan sesak oleh manusia dan neraka akan kosong kecuali iblis sebagai penghuninya.

Ada begitu banyak waktu luang untuk kita merenung, berdoa dan bersyukur atas nikmat waktu, nikmat usia, dan nikmat-nikmat lainnya.  Tapi sesering apa kita melakukan itu?

Bersyukur Karena Nikmat Udara

Kebayang tidak seandainya udara yang kita hirup setiap hari ini harus kita sewa atau kita beli?Anggaplah biaya sewanya sehari Rp. 10.000 rupiah. Jika agan menghirupnya selama 30 tahun maka silahkan hitung sendiri berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk sekedar bisa bernafas selama rentang waktu tersebut?

Dan pernahkah kita merenung dan berpikir betapa seimbangnya udara yang kita hirup ini?

Komposisi udaranya yang tepat, serta sirkulasinya yang pas membuat kita bisa bernafas dengan baik.

Bukankah ini salah satu nikmat dan anugerah yang diberikan Tuhan kepada kita?

Dan atas itu semua pernahkah kita bersyukur seraya mengucap doa kepada-Nya?

Bersyukur Karena Nikmat Bentuk Tubuh

Pernah gak sih kita mikir betapa hebatnya Tuhan menciptakan bentuk tubuh manusia dengan sangat-sangat sempurna?  Dan pernahkah kita merenungkan kenapa Tuhan juga menciptakan bentuk tubuh manusia yang kurang sempurna?

Hidup adalah keseimbangan agar kita yang merasa memiliki bentuk tubuh yang sempurna selalu senantiasa bersyukur. Dan mereka yang tidak memiliki bentuk tubuh yang sempurna harusnya membuat kita yang sempurna ini belajar bersyukur.



Oct 20, 2018

individualisme sering kali dicap buruk oleh orang orang Indonesia. Padahal jika kita melihat list di atas, negara paling Individualis di dunia semuanya merupakan negara maju. Menurut Saya, Individualisme adalah sikap yang cukup baik apabila kita mau semakin maju.



Individualisme membangun kita agar semakin mandiri dan fokus kepada tujuan dan cita cita kita masing masing. Individualisme juga mengajarkan kita untuk menghargai hak pribadi orang lain. Kita juga harus mulai memusnahkan kebiasaan buruk yang tertanam di dalam diri orang Indonesia yaitu "ngomongin dan ngurusin hidup orang lain". 

Kebiasaan ini sangat buruk dan membuat kita tidak maju maju. Gimana tidak buruk, waktu kita sudah banyak terbuang cuma untuk memikirkan yang bukan urusin kita dan bukannya fokus ke cita cita kita sendiri. Maka dari itu kenapa negara negara maju semakin maju dan negara kita masih saja stagnan. 

Orang orang di negara maju bersikap "Bodo Amat" kepada orang lain yang mungkin berlaku buruk. Bukan seperti orang orang disini yang kalau ada yang berbuat tidak baik malah semkain diomongin dan makin viral. Maka dari itu di Indonesia, orang bodoh bisa gampamg terkenal, karena diomongin terus.

Hal kedua yang akan Saya sampaikan adalah, Individualis bukan berarti tidak acuh dan tidak peduli sama orang. Negara negara Individualis bukan berarti orang orang nya jutek dan tidak peduli sama orang lain. Sebagai contoh dua negara di list ini yaitu Amerika dan Belanda merupakan negara yang orang orang nya dikenal ramah. Mereka cukup ramah terhadap sesama namun jika sudah ke arah ranah pribadi, mereka sudah tidak mau ikut campur karena itu bukan urusan mereka.

Berikut adalah 5 negara tersebut:

1. Amerika Serikat

Negara pertama di list ini adalah Amerika Serikat. Amerika Serikat adalah negara yang terletak di Amerika Utara. Negara ini juga sering dianggap sebagai negara termaju dan terkuat di dunia ini. Amerika Serikat pun ternyata adalah negara paling individualis di dunia. Orang orang Amerika pun dikenal dengan semangat "American Dream" nya dimana mereka bebas bermimpi dan mewujudkan cita cita mereka sebesar apapun tanpa celaan orang lain. Maka dari itu mereka jauh lebih berfokus kepada kesuksesan diri sendiri. Dan terbukti, Amerika dapat menguasai seluruh bidang di dunia ini serta menjadi negara termaju di dunia. Mereka cenderung tidak peduli dengan hal buruk yang dilakukan orang lain dan berfokus kepada kemajuan diri sendiri (Jauh berbeda dengan Indonesia yang ga maju maju karena kebanyakan ngurusin orang lain). Amerika Serikat pun mendapat skor individualis tertinggi yaitu 91.

2. Australia

Negara kedua di list ini adalah Australia. Negara Australia juga merupakan negara tetangga kita di bagian Selatan. Sama seperti Amerika Serikat, Australia juga merupakan negara maju. Australia terkenal akan kemajuan teknologi nya serta kemajuan pembangunan manusia nya. Sebagai negara maju, Australia juga merupakan negara yang Individualis. Orang orang Australia terkenal sangat menghargai kebebasan Individu dan juga sangat toleran. Mereka tidak suka mengecap orang lain dan lebih gemar mengevaluasi diri secara pribadi untuk lebih maju lagi. Australia mendapat skor individualis yang beda tipis dengan Amerika Serikat yaitu 90.

3. Inggris

Berikutnya di nomor tiga ada salah satu negara kerajaan paling terkenal di dunia. Inggris adalah negara yang terletak di Eropa Barat. Inggris juga adalah negara yang memiliki banyak teritori atau wilayah kepemilikan di luar tanah utama mereka. Inggris pun adalah salah satu negara maju paling terkenal di dunia. Sama seperti Australia, Inggris merupakan negara yang sangat toleran dan sangat menghargai kebebasan individu. Mereka tak suka terlalu mengurusi urusan pribadi orang lain. Maka dari itu Inggris termasuk sebagai negara yang Individualis. Mereka fokus pada diri mereka sendiri. Inggris juga memiliki skor yang cukup tipis dibawah Australia yaitu 89.

4. Belanda

Pada nomor empat ada negara Eropa kedua di list ini, Belanda ! Belanda adalah negara yang terletak di Eropa Barat. Belanda juga merupakan negara yang terkenal sangat maju terutama di bidang Teknologi dan Pendidikan. Sama seperti negara maju lainnya, Belanda adalah negara yang Individualis. Orang orang Belanda cenderung fokus pada hal hal individu. Namun yang spesial dari negara ini adalah, Belanda merupakan negara yang paling liberal dan toleran di dunia. Yang artinya negara ini sangat menghargai kebebasan individu tanpa mengusik orang lain. Belanda memiliki skor individualis yang cukup jauh dibandingkan Inggris yaitu 80.

5. Selandia Baru

Dan negara terakhir di list ini adalah Selandia Baru. Selandia Baru adalah negara yang terletak di Benua Oseania. Negara ini juga merupakan salah satu negara paling selatan di dunia. Sama seperti ke lima negara di atas, Selandia Baru juga adalah negara maju. Sama dengan tetangganya Australia, Selandia Baru juga adalah negara yang Individualis. Orang orang di negara ini juga sangat menghargai kebebasan dan hak individu dan juga lebih fokus pada hal hal individu. Skor individualis negara ini memang jauh dari Australia yaitu di angka 79.

Di bawahnya masih ada banyak negara individualis lainnya seperti Italia, Perancis, Irlandia, Swedia, Swiss, Jerman, dan Jepang.

Namun masih ada beberapa negara barat dan negara maju yang tidak Individualis seperti Portugal, Yunani, dan Korea Selatan.

Bagaimana dengan Indonesia?

Indonesia adalah salah satu negara apaling kolektif / individualisme paling rendah di dunia dengan skor 14 (Ke 7 Terendah).

apakah Saya adalah seorang Individualis ? 
Ya, saya seorang Individualis

Individualis yg Saya maksud adalah "mind your own business"

Kredit !!



Mendengar kata ini pastinya banyak sekali yang suka terlebih lagi para ibu rumah tangga, ya mereka adalah target dari banyaknya pengusaha yang menjual barangnya secara kredit. Bahkan banyaknya kartu yang disebut "kartu setan kredit" membuat terkadang kartu-kartu kredit banyak yang disalah gunakan.

Semakin lama bangsa ini memang di perbudak oleh sistem kredit yang dengan mudah di peroleh. Baik itu dengan uang muka alias DP atau tanpa DP barang yang di kredit pun akan berpindah tangan dengan sempurna. Nah !! Yang jadi persoalan ini banyak kredit pinjaman dengan sistem bunga yang jelas adalah riba zaman modern, semua pengusaha kredit pinjaman ini menjamur dari yang besar berupan Bank hingga yang kecil dengan nama rentenir.

Siapa yang harus disalahkan ketika manusia yang ada di nusantara ini terlalu hidup konsumtif ? Layaknya para Jendral kapitalis yang hidup bermewah-mewahan sedangkan banyak rakyat masih menjerit akibat kemiskinan hingga akhirnya mereka pun di jadikan tumbal oleh kaum sosialis di tahun 1965.

Tapi sekarang ini kredit pun mulai mencekik leher masyarakat yang ingin hidup hedonisme namun tak sanggup membeli dengan cash, mereka seakan berlomba dengan tetangga sebelah untuk siapa dulu yang bisa membeli barang mewah biar dikata "wah".

Sudah banyak korban kredit karena tak sanggup membayar tapi ditagih malah marah-marah, hingga mata elang pun disewa untuk eksekusi barang yang sanggup untuk melunasinya. Entahlah sudah tahu tak sanggup membeli tapi ingin punya, "biar ga makan tapi nyohor" itulah pepatah masyarakat di zaman edan. Budaya konsumtif inilah yang dimanfaatkan banyak pihak terutama produk-produk asing yang harganya lumayan bikin kantong bolong baik itu dari elektronik, furniture, hingga kendaraan bermotor.

Kredit kini bergerak di segala lini, inilah kehidupan manusia yang tak bisa lepas dari yang namanya kredit. Biar kata hidup jadi irit dan pasti terhimpit oleh lemahnya ekonomi global saat ini, tapi kredit tetap berjalan seakan candu bagi masyarakat ini. Tapi tetap saja kredit di perlukan untuk nilai barang yang benar-benar besar seperti kredit rumah, bahkan nilai jual kembalinya pun sangat menguntungkan. Tapi untuk kredit barang tentu saja nilai jual kembalinya akan terjun bebas.


Hari akan berganti dan Saya mulai berpikir, dan perlahan memprediksi bahwa besok adalah hari yang buruk buat Saya. Akan ada banyak kesialan yang menimpa Saya.

Pokoknya bakal jadi hari yang buruk dan penuh dengan kesialan.

Tapi Saya percaya bahwa hari yang buruk hanyalah cara kita dalam mensugesti alam pikiran bawah sadar kita. Tidak ada hari yang buruk kecuali hari di saat kita kehilangan orang tersayang, atau mungkin saat kita kehilangan pekerjaan atau asset yang kita miliki.

Selain dua itu, hari yang buruk hanyalah hari yang dibuat-buat.

Besok pagi ketika bangun tidur, Saya akan bangun dengan semangat. Saat mata Saya terbuka, saat itu juga Saya bangkit dari peraduan. Sesegera mungkin menuntaskan tanggung jawab Saya dan berharap semua berakhir indah. Jikalau memang berakhir buruk Saya akan berusaha membuatnya jadi indah.

Tapi kalau memang tidak bisa diperindah itupun tidak masalah.

Saya sadar Saya bukan orang yang sempurna. Dan apa yang Saya alami dalam hidup tidak selalu sesuai keinginan Saya. Prinsip Saya, apapun yang terjadi hadapi dulu, coba dulu. Kita tidak pernah bisa tahu seratus persen apa-apa yang belum terjadi.

Pada akhirnya "meski kiranya hari ini buruk sambutlah dengan kebaikan agar berakhir dengan baik pula".

Apakah Anda akan selamanya bersedih dan merasa sial pada hal-hal remeh, atau tetap merpikir pada hal-hal yang keren. Karena hal-hal yang kelihatan berat tidak selalu seperti yang kita perkirakan. Kita bisa mengubah anggapan bahwa yang berat tidaklah berat. Dan yang hari yang buruk tidaklah buruk. Semua cuma soal mindset.