Oct 8, 2018


Usia atau umur bukanlah suatu patokan yang mencerminkan kedewasaan seseorang, bahkan penampilan sesorang pun tidak dapat menjadi tanda bahwa dia sudah dewasa,terkadang usia yang lebih tua belum tentu lebih memiliki kedewasaan yang matang dibanding dengan usia yang lebih mudah, terus apa tanda - tanda bahwa orang tersebut sudah dewasa? Berikut rincianya :


Fokus untuk mengerjakan hal - hal positif dan enggan untuk melakukan hal hal yang tidak berfaedah

Pertama tanda jika Anda telah dewasa adalah enggan untuk melakukan kegiatan - kegiatan yang tidak bermanfaat untuk masa depan, Anda lebih suka mengerjakan kegiatan - kegiatan positif yang akan berdampak banyak bagi masa depanmu, seperti halnya bagaimana meraih sebuah cita - cita yang didambakan.

Saat Melakukan kesalahan anda tidak segan lagi meminta maaf dengan setulus hati

Semua orang pernah melakukan kesalahan, tapi tiap orang mempunyai cara berbeda - beda untuk menyikapinya, hal ini pun bisa dilihat untuk menilai kedewasaan seseorang, seperti contoh minta maaf, kalau sikap dan sifat belum dewasa maka akan sulit menerima kesalahan atau mempertahankan egonya sampai orang tersebut meminta maaf kepadanya , sedangkan yang sudah dewasa dia rela dengan tulus meminta maaf atas kesalahanya.

Tidak takut Gagal

Sifat dan sikap selanjutnya adalah Anda tidak takut gagal dalam melakukan sesuatu, Anda tidak akan memikirkan bagaiaman ini, bagaimana itu, bagaimana kata ini , dan yang lain - lain, Anda akan mencoba terus demi apa yang Anda harapkan. kalaupun gagal anda sudah melakukan yang terbaik.

Menghabiskan waktu sendiri

Sifat dan sikap ke 4 adalah Anda biasa menghabiskan waktu sendiri, melamun dan memikirkan apa yang harus dilakukan esok hari demi masa depan, selain itu juga merenungkan kesalahan - kesalahan dan mencoba memperbaiki diri. Anda juga akan menarik diri dari lingkungan yang Anda anggap merugikan.

Melihat Kalender untuk tujuan yang berbeda

Saat mencheck kalender bukan untuk melihat tanggal berapa orang tua akan kirim uang, melainkan akan check tanggal berapa biaya wajib yang harus dibayar seperti listrik, air dll, apalagi yang sudah berkeluarga pasti sering mencheck untuk kapan anak waktunya bayar sekolah




Sep 16, 2018


Kematian adalah hal yang datang tiba-tiba, seseorang dapat meninggal tanpa terduga. Hal itu membuat diri mereka dipenuhi dengan berbagai penyesalan dalam kehidupan. Berikut ini adalah 10 penyesalan yang paling sering dipikirkan oleh orang yang sudah mau meninggal.



Beberapa dari Anda mungkin pernah mendengar kutipan ini: "Jalanilah hidupmu semaksimal mungkin, bagaikan tiada hari esok." Kutipan ini menggambarkan bahwa seseorang dapat meninggal secara tiba-tiba dan hindari penyesalan jika itu terjadi.

1. Andaikan saja aku bekerja tidak terlalu keras

Anda mungkin heran apa salahnya dengan bekerja terlalu keras? Apakah hal itu adalah sebuah kesalahan? Walaupun pada kenyataannya hal itu tidak salah namun ternyata hal ini adalah salah satu penyesalan paling umum yang dialami orang-orang yang mendekati akhir hidup mereka.

Mereka yang mengalami penyesalan ini melihat kilas balik diri mereka saat masih muda, penuh dengan impian dan teman-teman di sekitar mereka. Sayangnya semua itu hilang saat mereka terlalu mefokuskan diri mereka ke pekerjaan mereka dengan bekerja terlalu keras.

Tidak saja mereka kehilangan orang-orang terkasih, namun juga mereka mereka mungkin tidak menyadari bahwa betapa kecewanya orang-orang tersebut saat Anda melupakan mereka dengan terlalu bekerja keras. Pada kenyataannya, hanya orang-orang terdekat dengan Anda yang akhirnya akan mendampingi Anda menjelang akhir hidup Anda. Anda pasti tidak menginginkan sendirian di ranjang yang dingin bukan?

2. Mengapa aku tidak pernah bekerja keras

Seandainya saja aku bekerja lebih keras dalam hidupku

Ya, walaupun ini berlawanan dengan poin nomor satu namun memang penyesalan ini juga yang sering dipikirkan orang-orang saat mereka menatap ajal mereka. Mereka yang mengatakan penyesalan ini umumnya adalah orang yang memiliki impian yang sangat besar, namun tidak dapat mencapainya karena berbagai alasan.

Salah satu alasan utama yang paling umum adalah uang. Mereka melihat uang sebagai materi utama dan melupakan impian mereka. Daripada langsung berusaha menggapai mimpi yang besar, cobalah untuk menggapai mimpi yang kecil perlahan demi perlahan dan mimpi besar Anda akan terwujud.

3. Penyesalan lama

Salah satu penyesalan sebelum meninggal adalah penyesalan lama

Setiap orang pasti pernah menyesali sesuatu dalam hidupnya baik saat ia kecil maupun saat ia bertumbuh dewasa ataupun setelah ia tua. Begitu seseorang tahu bahwa dirinya sudah tidak akan berumur panjang lagi maka semua penyesalan seipanjang hidupnya akan kembali terlintas dalam benak mereka. Masa lalu menghampiri kembali pikiran mereka dan penyesalan tersebut terjadi lagi. Ini mungkin hal yang tidak dapat dihindari, oleh karena itu cobalah untuk hidup semaksimal mungkin dan selesaikanla masalah secepat mungkin.

4. Seandainya aku lebih cepat mengutarakan perasaanku

Saat-saat seseorang sudah mau meninggal adalah saat dimana orang tersebut sangat terbuka karena ia sadar umurnya sudah tidak panjang. Ia akn berusaha mengutarakan semua perasaan yang telah ia pikirkan sejak lama, namun semua itu telah terlambat dan kejujuran itu hanya akan menjadi simpati.

Manusia mungkin memang adalah mahluk yang sangat mudah tersakiti dan takut akan banyak hal, tapi cobalah untuk membuat diri Anda lebih terbuka dan membiarkan orang-orang memahami diri Anda.

5. Seandainya saja aku lebih mempercayai kata hatiku

Seandainya saja aku lebih mempercayai kata hatiku dan tidak seperti robot

Kehidupan itu penuh dengan pilihan dan terkadang dalam menentukan pilihan kita selalu meminta pendapat orang lain. Setelah kita mendengarkan pendapat orang lain dan ternyata keputusan itu tidak berakhir baik, terkadang kita menyesali keputusan itu dan berpikir seandainya aku mempercaya kata hatiku. Ya, penyesalan seperti ini juga terlintas di benak orang-orang yang sudah mau meninggal.

Cobalah untuk menjalani kehidupan sesuai keinginan Anda. Buatlah keputusan atas kehidupan Anda sendiri, jangan orang lain yang mengontrol kehidupan Anda. Jadikanlah saran orang lain sebagai masukan bukan perintah.

6. Andaikan saja aku menghabiskan waktu lebih banyak bersama keluargaku

Seandainya saja aku lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluargaku maka aku tidak akan meninggal sendiri

Banyak di antara mereka yang sudah mau meninggal menyesali bagaimana waktu mereka tidak mereka manfaatkan dengan baik, khususnya untuk keluarga mereka. Seiring mereka bertambah dewasa, mereka semakin sibuk karena berbagai tanggung jawab yang terus muncul dalam kehidupan mereka. Hal itu menyebabkan mereka melupakan waktu untuk keluarga dan tidak ada lagi momen-momen yang dapat mereka manfaatkan untuk nostalgia keluarga.

Orang-orang yang pada akhirnya akan menjadi orang paling dekat dengan diri Anda pada akhrinya adalah keluarga. Inilah sebabnya mengapa ada istilah: "darah lebih kental daripada air," yang berarti bahwa hubungan darah itu jauh lebih penting daripada hubungan dengan orang-orang lain di luar keluarga Anda.

7. Andaikan saja aku memiliki hidup yang bahagia

Penyesalan sebelum meninggal: Andaikan saja aku memiliki hidup yang lebih bahagia

Di antara orang-orang yang akan meninggal, beberapa dari mereka akan mengatakan bahwa kematian bukanlah sesuatu yang buruk. Namun begitu ajal benar-benar sudah menjemput mereka, mereka akan terlihat menitikkan air mata. Salah satu alasan paling utama adalah karena mereka merasa hidup mereka terlalu sulit hingga akhir hayat mereka.

Mungkin kebanyakan air mata adalah pertanda kesedihan, tapi cobalah buat air mata terakhir yang Anda keluarkan adalah air mata yang berartikan kebahagiaan karena Anda hidup denga bahagia. Tinggalkan dunia ini dengan tersenyum ke orang-orang terkasih Anda.

8. Seandainya aku memiliki hidup yang lebih lama untuk melihat kebahagiaan anakku

Tidaklah jarang orang yang meninggal sudah berumur tua dan di antara orang-orang tersebut ternyata banyak yang baru menikah atau baru memiliki anak. Hal ini menjadi penyesalan terbesar dalam diri mereka. Mereka tidak dapat melihat kebahagiaan dan pertumbuhan anak mereka.

Penyesalan ini sebenarnya sama dengan penyesalan terkait untuk waktu untuk keluarga, namun bedanya ini biasa lebih sering terjadi karena orang-orang terkait meninggal dengan alasan kecelakaan atau insiden yang terjadi tiba-tiba padahal mereka baru dikaruniai anugerah tersebut. Setiap orang tua selalu bahagia jika mereka melihat anak mereka bahagia.

9. Andaikan saja aku tidak melupakan teman-teman lamaku

Penyesalan kematian: Andaikan saja aku tidak melupakan teman-temanku

Terkadang dalam kehidupan, orang-orang tidak menyadari betapa berharganya teman-teman lama dan susah sekali untuk tetap berhubungan dengan mereka. Banyak yang telah memiliki kehidupan masing-masing dan pertemanan juga hilang seiring bergantinya tahun demi tahun. Ada banyak sekali penyesalan terkait tidak memberikan teman waktu dan upaya seharusnya. Setiap orang ingin melihat teman mereka sekali lagi sebelum mereka meninggal.

10. Andaikan saja aku memiliki hidup yang lebih panjang

Beberapa orang yang sudah akan meninggal akan terlihat ingin melakukan banyak hal dalam kehidupan mereka, namun apa daya karena hidup mereka memang sudah mencapai batasnya. Penyesalan menjadi hal terakhir yang dapat mereka lakukan dan sebagaimanapun mereka mengatakan bahwa "aku tidak ingin mati," hal itu tidak bisa dihindari.

Seperti yang sudah sering Anda dengar sejak kecil, yakni waktu itu tidak bisa diputarbalikkan dan ia terus berputar ke arah kanan. Manfaatkanlah waktu Anda dengan baik karena waktu tubuh Anda juga terus berputar.

Sep 15, 2018

Setiap orang memiliki deskripsi kesuksesan yang berbeda beda namun intinya tetap sama yaitu berhasil meraih tujuan atau cita-cita dalam hidup. Jalan untuk meraih tujuan itu pasti tak semulus yang kita pikirkan, pasti ada tantangan dan rintangan didalamnya. Tetapi dari sekian banyak orang yeng ingin mencapai kesuksesan, hanya ada sebagian orang yang gigih dan tekun untuk bisa meraih kesuksesan itu.


Terkadang orang ingin meraih kesuksesan dalam hidup, namun kebanyakan orang tidak mau melewati tantangan dan rintangan untuk meraih kesuksesan itu. Perlu kita ketahui bahwa kesuksesan itu tidak datang dengan sendirinya, kita harus berusaha dan tetap gigih untuk mencapai cita-cita dan meraih kesuksesan tersebut. Di dunia ini tidak ada yang tiba-tiba sukses tanpa melalui proses, semuanya butuh perjuangan.

Dalam meraih kesuksesan kita perlu memiliki jiwa pantang menyerah, gigih, tekun, dan yang paling penting adalah bersabar. Kesabaran sangat penting dalam meraih kesuksesan, mengapa demikian? Karena dengan bersabar, jiwa pantang menyerah, gigih, dan tekun itu akan muncul dengan sendirinya. Karena itulah kesabaran sangat penting dan sangat dibutuhkan dalam meraih kesuksesan.

Jadi, ketika kita ingin berhasil dalam meraih tujuan, kita harus bekerja keras untuk itu semua. Karena kerja keras adalah kunci dari kesuksesan, lantas apa saja yang menghalangi dan menghambat kita dalam meraih kesuksesan? inilah 4 faktor yang menghambat kita dalam meraih kesuksesan.

1. Selalu bermalas malasan

Poin pertama adalah bermalas malasan, inilah faktor utama kita gagal dalam meraih kesuksesan. Apakah kita akan sukses akan berhasil meraih tujuan jika kita bermalas-malasan? Jawabannya sederhana, sudah pasti kita tidak akan berhasil dalam meraih tujuan, jika kita bermalas malasan. Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa kesuksesan itu butuh perjuangan dan kita harus bekerja keras dan tekun untuk menggapai tujuan dan meraih kesuksesan tersebut. Kita harus bersungguh-sungguh dan bekerja keras untuk mencapai apa yang akan kita raih, semuanya tidak ada yang instan, kesuksesan tidak akan bisa diraih dengan bermalas-malasan akan tetapi kesuksesan dapat diraih dengan bekerja keras dan bersungguh-sungguh.

2. Bersikap masa bodoh

Poin kedua adalah bersikap masa bodoh, jika kita selalu bersikap masa bodoh terhadap sesuatu, kita tidak akan bisa menggapai dan meraih kesuksesan. Mengapa demikian? Karena kita tidak akan peduli dengan masa depan kita, otomatis jika kita bersikap masa bodoh kita tidak punya tujuan atau cita-cita yang ingin dicapai. Jika kita ingin meraih kesuksesan kita harus punya rencana untuk masa depan yang lebih baik, langkah awal kita dalam meraih kesuksesan adalah disiplin terhadap waktu. Karena dengan disiplin waktu kita akan bisa lebih menghargai waktu dan tidak akan bersikap masa bodoh.

3. Selalu pesimis

Jika kita selalu pesimis kita tidak akan meraih kesuksesan, karena apa? Karena mereka yang meraih kesuksesan selalu berfikir optimis. Mereka yang sukses menggapai mimpinya, meraih cita-citanya, mereka adalah orang-orang yang berfikir bahwa mereka bisa! Perlu diingat bahwa dalam meraih dan menggapai kesuksesan kita harus memiliki mental dan jiwa pantang menyerah, mengapa demikian? Karena jalan menuju kesuksesan itu tak semulus yang kita bayangkan, dan tak semudah membalikan telapak tangan. Jika kita tidak mempunyai mental baja dan sikap pantang menyerah kita akan lebih mudah dijatuhkan oleh keadaan. Karena itulah mental baja dan sikap pantang menyerah sangat dibutuhkan dalam meraih kesuksesan. Percayalah pada potensi dan kemampuan diri kita bahwa kita bisa dan mampu menggapai tujuan dan meraih kesuksesan.

4. Selalu menunda-nunda pekerjaan

Inilah awal dari rasa malas, jika kita selalu menunda-nunda pekerjaan itu akan menumbuhkan rasa malas yang berdampak pada masa depan kita, jika kita ingin meraih kesuksesan kita harus bertanggung jawab atas pekerjaan dan kewajiban kita. Karena kesuksesan yang besar itu berawal dari kesuksesan-kesuksesan kecil yang dan yang kita lakukan setiap hari, dan perlu kita ketahui bahwa sukses adalah suatu kebiasaan. Jika kita selalu menumpuk dan menunda-nunda pekerjaan itu akan menghambat kita dalam meraih dan menggapai kesuksesan.

“ambil langkah pertama mu dan raih kesuksesan”
Selama kerja pernah tidak kepikiran mulai bisnis?
Bukan untuk merendahkan satu pihak, Inilah perbandingannya:



1. Pemasukan

Kalau karyawan tiap bulan pasti mendapatkan gaji. Kalau gaji telat Anda bisa komplain. Belum lagi ditambah bonus dan fasilitas ini itu.

Kalau menjalankan bisnis, jangan harap bonus. Kalau udah ngambil karyawan, gaji setiap bulan harus dipikirkan bagaimana caranya biar bisa tetep menggaji mereka secara teratur.

2. Growth

Kalau bisnis pemasukan memang naik turun, tapi kemungkinan mendapatkan profit/revenue stream yang lebih besar dari karyawan bukan tidak mungkin. Tapi khususnya ketika Anda kerja untuk diri sendiri, bukan untuk perusahaan orang lain. Perusahaan Anda berkembang ya hasilnya buat Anda juga.

Karyawan gajinya mentok, sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak. Tidak peduli performa Anda, tidak peduli Anda fokus jam kerja atau malah lembur, gaji tetap sama, meski ada yang menambah gaji ketika Anda Lembur.

3. Bahaya jadi Karyawan

Yang terutama menurut saya, Anda bisa dipecat kapan saja. Dan jika Anda tidak memutar otak untuk mencari pemasukkan dari hal lain dan hanyut sama enaknya jadi karyawan, hati-hati. Bisa-bisa selamanya Anda terperangkap kerja jadi karyawan.

4. Bahaya Menjalankan Bisnis

Bisnis itu kecil kemungkinannya untuk berkembang. Setiap hari pasti ada muncul bisnis baru. Tapi yang bisa survive sampai puluhan tahun, ya sedikit. Apalagi yang sampai tahap unicorn. Tapi kalo tidak dicoba, ya kita tidak bakal tau.

Dan coba saja dipikir-pikir, seberapa besar kemungkinan seorang karyawan diangkat jadi direktur atau country manager dan semacamnya? Kecil sekali. Hampir sama kecilnya dengan bisnis yang sampai tahap unicorn.

Dan dalam bisnis yang jelas tidak ada yang namanya hari libur buat Anda. 24/7 setiap hari Anda akan stress memikirkan bisnis.


“Being an entrepreneur is like eating glass and staring into the abyss of death.”

- Elon Musk

Tapi kalau tahap itu sudah dilewatkan, dan Anda berhasil mengembangkan bisnis sendiri, selanjutnya tinggal dipikirin masalah ekpansi dan growthnya saja. Walau jelas, Saya tekankan ekspansi dan growth ini tidak akan semudah bicara di forum internet juga.