Dec 3, 2019


Beberapa lagu-lagu ini adalah lagu penyemangat buat saya, berikut adalah daftar lagu dan penyanyinya, serta penjelasan tentang albumnya :

1. Hindia (Baskara Putra) - Menari dengan Bayangan (Album)



      Hindia mengungkap secara garis besar album tersebut menggambarkan pengalaman pribadinya. "Kurang lebih bisa dibilang awal tahun itu momen yang beratlah buat saya. Banyak cerita-cerita spesifik yang terjadi di hidup saya, yang mendorong sampai mental breakdown itu bisa muncul," kata Hindia. Setelah berhasil keluar dari keterpurukannya itu, Hindia kembali menata kehidupannya dan menuangkan perasaan menjadi lagu-lagu yang dibungkus dalam album Menari dengan Bayangan. "Setelah saya melewati masa ini, masuk proses pemulihan, di proses pemulihan ini baru saya nulis semua lagu di album ini," ujar Hindia.



2.  Isyana Sarasvati - Lexicon (Album)


"Salah satu hal yang membuat saya berterima kasih pada LEXICON adalah karena akhirnya aku meretakkan sebuah trauma pribadi yang sudah mengakar lama, yaitu berani membaca komentar dan respons dari kalian semua," demikian pernyataan Isyana yang ia unggah melalui Twitter.

Isyana membeberkan bahwa selama lima tahun belakangan, ia tidak pernah membaca komentar publik atas karya-karyanya secara langsung.

Isyana mengatakan bahwa sebelumnya dia dibantu oleh tim yang membacakan komen-komennya. Ia kemudian akan menuliskan balasan di sebuah catatan terpisah. Nantinya, balasan dari Isyana tetap timnya yang menjawab langsung di kolom komentar.

"Aku tahu ini berlebihan, tapi memang begitu adanya. Setahun terakhir ini, sekali-kali berani tapi hanya 5-10 menit pertama 'post' itu diunggah. Itu juga karena ada fitur top comment jadi tahu kalau diklik paling atas komen teman-teman yang aku follow, udahnya enggak kuat mental lagi," kata penyanyi berusia 26 tahun itu.

Dia mengatakan bahwa dirinya cukup frustrasi dengan situasi itu. Sesekali penasaran dengan respons penggemar, tapi juga takut akan trauma yang dia pernah alami pada 2015 lalu.

Isyana tak mamaparkan dengan jelas komentar apa yang membuat dirinya trauma, menutup diri, serta sempat menyerah. Namun yang jelas, trauma itu perlahan luntur berkat album LEXICON.

"Setelah album ini keluar, sudah dua hari aku berani buka sendiri semua komen kalian. Yuk, coba bayangin deh bertahun-tahun itu menjadi impian, sekarang jadi kenyataan," katanya.

Baginya, kondisi ini membuat dia tersadar dan percaya bahwa ketika tulus dalam berkarya, ia dapat lebih menerima setiap keadaan dan respons yang ada.

"Sekali lagi, terima kasih LEXICON. Kamu menyembuhkan satu isu pribadiku yang cukup membuat aku agak tersesat di perjalanan karier bermusikku beberapa tahun silam," katanya.



3. Laze - Waktu Bicara (Album)



“Waktu Bicara” mempunyai nilai dengar ulang album yang cukup tinggi. Selain bahasan sebelumnya, dalam aspek lirik, menemukan barisan lirik bermakna ganda di album ini merupakan poin plus yang menghibur. Misalnya pada lirik “tangenku berkarya hingga mereka sinis,” yang ada di lagu “Peringatan”. Secara rima dan makna leksikal memang jelas-jelas masuk di dalam tema dan narasi lagu yang braggadocious. Tetapi pada waktu yang sama, Laze juga mereferensikan “karyanya” yang diibaratkan sehebat rumus trigonometri—sinus cosinus tangen. Hal mendetail namun simpel dan tidak menjemukan inilah yang membantu album ini untuk bisa dinikmati berulang kali.


Sep 13, 2019

Ojek online bukanlah yang asing lagi bagi semua orang, bahkan mau kapan dan dimana saja pasti kita akan menemukan mereka dengan memakai jaket sesuai platform penyedia jasa ojek online. kalau dilihat dari perkembangannya memang jasa ojek online ini patut diberikan apresiasi dalam hal kebutuhan, kecepatan dan ke-akuratan. Tapi kalau namanya pekerjaan, baik apapun itu, kita pasti menemui banyak masalah dan kendala yang akan dijumpai dalam sehari-hari, bisa juga cerita tentang bintang satu bahkan kena tipu order atau juga kesialan yang lain.


Memang tidak bisa dipungkiri lagi, banyak sekali cerita ojek online yang menambah warna warni dalam kesigapan mereka untuk memuaskan customer dalam hal melayani, mungkin ada rasa kecewa dan bahkan menjadi satu momen terburuk. Tapi itu sudah menjadi resiko dalam hal jasa yang diberikan, dimana jangan pernah mengecewakan seorang customer dalam hal pelayanan.

Ada kalanya kalau memang sedang sial, mereka akan mendapatkan satu momen yang begitu memuakkan, mereka bisa ngeyel, sedangkan disini bisa kepikiran akan mendapatkan bintang satu. Iya harus memang dimaklumi, karena saat roda melaju pasti mengantarkan customer yang berbeda-beda, kadang ekspektasi penilaian sebagai driver pun juga salah.

Mungkin penilaian dalam hal melihat sekilas penampilan meka, entah itu mulai dari yang serem ternyata kalem, otot keker malah santuy sekali. Beh memang beragam tipe orang yang akan dijumpai, nah ane ada nih salah satu curhatan dari seorang driver ojol tentang jangan menilai orang dari luarnya saja. Yuk simak curhatannya.


Penumpang Indonesia Timur & Bercadar


Penumpang Keturunan Tionghoa & Cewek Diskotik



Penumpang Cowok Diskotik & Non Muslim


Penumpang Waria Taman Lawang & Beda Pilihan Politik


Penumpang Emosian & Sederhana



Nah loh, Bagaimana? Tiap orang itu unik dan berbeda, jangan langsung mengambil satu kesimpulan mengenai penampilan luarnya saja. Tak kenal maka tak sayang, Kamu hanya belum mengenal tipe orang-orang seperti mereka, jadi lebih enak ngobrol kenalan dulu biar tahu daripada menjudge yang tidak-tidak.  punya pemikiran buruk itu boleh asal ada ditempatnya, jangan asal orang ditemuin langsung dicap jelek, sungguh terlalu.

Jul 7, 2019

Sebagian besar dari sadar mencoba membandingkan diri kita dengan orang lain adalah hal yang bodoh. Kita akan dengan mudah mengakui bahwa tidak ada hal baik yang datang dari hal tersebut.


Ketika kita membandingkan ukuran rumah kita, gaji, tampilan fisik, atau sejumlah hal yang terukur (dan bahkan tak terukur. ada masalah yang melekat:

1. Kita paling sering membandingkan hal-hal yang salah.

Karena kita dapat dengan mudah membandingkan hal-hal yang dapat kita ukur secara objektif, kita hidup di dunia yang hebat dalam mengukur dan membandingkannya secara eksternal. Di suatu tempat di sepanjang jalan, kita memutuskan bahwa kita dapat menentukan siapa yang hidup lebih berharga dengan membandingkan pakaian, mobil, rumah, gaji, kecantikan, atau pengikutnya di sosial media. Tetapi membandingkan apa yang terlihat dari luar belum tentu benar. Bisa saja semuanya itu tidak tepat.

2. Kita selalu membandingkan yang terburuk dengan yang terbaik.

Membandingkan hidup Anda dengan orang lain akan selalu kehilangan proposisi karena akan selalu ada orang yang "tampak" lebih baik daripada Anda dan tampaknya menjalani kehidupan yang sempurna. Bagaimanapun, kita selalu membandingkan yang terburuk dari yang kita ketahui tentang diri kita dengan asumsi terbaik yang kita buat tentang orang lain. Padahal, hidup mereka tidak pernah sesempurna pikiran Anda.

3. Tidak ada akhir dalam permainan perbandingan.

Ada jumlah kategori yang tak terbatas di mana Anda dapat membandingkan diri Anda sendiri ... dan jumlah orang yang hampir tak terbatas untuk membandingkan diri Anda. Begitu Anda memulai membandingkan, Anda tidak akan pernah menemukan akhir yang menyenangkan.

4. Hidup tidak dinilai pada kurva.

Bagaimana Anda mengukur terhadap orang lain sama sekali tidak penting dalam hidup Anda. Itu tidak ada bedanya. Tujuan hidup bukanlah untuk menjadi lebih baik daripada 50% orang lain di planet ini. Tujuan hidup adalah untuk menjadi yang terbaik yang Anda bisa lakukan.

5. Perbandingan menempatkan fokus Anda pada orang yang salah.

Anda dapat mengendalikan satu kehidupan - milik Anda. Ketika kita secara konsisten membandingkan diri kita sendiri dengan orang lain, kita membuang energi berharga yang berfokus pada kehidupan orang lain daripada kita sendiri.

6. Perbandingan merampas sukacita Anda.

Membandingkan diri sendiri dengan orang lain akan selalu membuat Anda menyesali apa yang bukan diri Anda, dan bukannya membiarkan Anda menikmati diri sendiri. Itu akan selalu mencuri sukacita dan kebahagiaan yang ada dalam jangkauan Anda ... dan menempatkannya di luar jangkauan Anda saja.


Banyak kehidupan kita yang sebenarnya sudah memuaskan telah dicuri oleh kebiasaan tidak sehat membandingkan diri kita dengan orang lain. Membandingkan diri kita dengan orang lain akan selalu merampok kita dari rasa terima kasih, sukacita, dan kepuasan.

Tetapi bahkan lebih dari itu, itu mencegah kita dari sepenuhnya menjalani hidup kita. Itu membuat kita iri pada kehidupan orang lain dan mencari kehidupan mereka daripada hidup kita. Itu merampas milik kita yang paling berharga: kehidupan itu sendiri. Dan sementara godaan untuk membandingkan mungkin tidak pernah sepenuhnya dihilangkan, pasti ada beberapa langkah praktis yang dapat kita ambil untuk melewatinya.

Bagaimana kita bisa berhenti membandingkan diri kita dengan orang lain? Berikut ini beberapa langkah bermanfaat:

1. Kenali masalah bawaan dalam membandingkan diri Anda dengan orang lain.

Lihatlah daftar di atas. Mengapa kita menginginkan kebiasaan dalam hidup kita yang meningkatkan perasaan rendah diri? Atau secara konsisten mempromosikan rasa iri, persaingan, dan perselisihan tanpa akhir? Terkadang, sekadar pengingat akan kebodohan yang terkandung dalam kebiasaan membandingkan diri ini adalah langkah paling penting dalam mengatasinya.

2. Rayakan siapa Anda.

Ada banyak hal indah tentang hidup Anda. Anda seorang seniman ... atau seorang pengusaha ... atau seorang ibu rumah tangga ... atau pendengar yang baik ... atau jiwa yang murah hati. Anda harus merayakan banyak hal yang sepenuhnya unik untuk diri Anda. Setiap perbandingan antara Anda dan orang lain seperti membandingkan apel dengan jeruk. Mereka tidak menjalani hidup Anda, Anda. Karena itu, Anda harus mengharapkan hasil yang benar-benar berbeda.

3. Fokus ke dalam.

Nilailah kemurahan hati, kerendahan hati, kebaikan, dan cinta. Mulailah fokus pada pengembangan kualitas batin dari kehidupan yang ada dalam diri dan tampilan dari luar akan kehilangan kecantikan mereka. Dan semakin cepat kita menemukan keindahan di dalam, semakin cepat kita akan berhenti membandingkan hal-hal di luar.

4. Sadarilah hidup bukanlah kompetisi.

Mungkin ada saat-saat ketika kompetisi adalah hal yang tepat, tetapi hidup bukan salah satunya. Kita semua telah hidup bersama pada saat yang tepat di planet ini. Dan semakin cepat kita berhenti bersaing dengan orang lain untuk "menang," semakin cepat kita bisa mulai bekerja sama untuk mengetahuinya.

5. Ingatlah bahwa tidak ada yang sempurna.

Kita hidup dalam masyarakat yang mengagungkan kesempurnaan. padahal semua orang tidak ada yang sempurna melainkan Tuhan kita. tidak ada orang yang sempurna - termasuk Anda dan termasuk saya.

6. Hidup semaksimal mungkin.

Terlalu banyak orang menjalani hidup mereka tanpa disengaja atau dipikirkan. Mereka jarang menemukan saat hening untuk duduk bermeditasi atau menyendiri dan memeriksa hidup mereka - siapa mereka dan menjadi apa mereka. Akibatnya, kehidupan dijalani sebagai reaksi terhadap peristiwa di sekitar mereka. Tetapi ketika hidup dijalani dengan sengaja dan penuh pertimbangan, membandingkan sesuatu menjadi kurang menarik.

Sebagai manusia, sudah menjadi sifat kita untuk membandingkan diri kita dengan orang lain. Tapi tidak ada hal baik yang datang darinya. Jadi mari kita berhenti membandingkan diri kita dengan orang lain. Kita tidak dilahirkan untuk menjalani kehidupan mereka. Tidak ada gunanya menyia-nyiakan hidup kita (atau energi) karena iri dengan kehidupan mereka. Sebaliknya, mari kita mulai menjalani hidup kita. Mari kita tentukan hari ini menjadi diri yang lebih baik. Bagaimanapun, kita hanya mendapatkan satu kesempatan.

sekian dan terima kasih

Jul 4, 2019





Saya tertarik dengan buku ini dan konsep minimalis karena sebelumnya saya merasa bahwa semua barang saya sudah terlalu banyak, baik di kamar, di ruang tamu bahkan garasi mobil. Mau bagaimanapun di rapikan, kerapiannya hanya bertahan selama 2-3 hari, lalu saya pergi ke tempat belanja atau online shop, dan membeli barang baru, hingga akhirnya menumpuk, kemudian berantakan. Hingga akhirnya, saya merasa malas sekali untuk membereskannya. Tapi pusing sekali melihat keadaan berantakan seperti itu.


Setelah mencari pencerahan dimana mana, akhirnya saya menemukan konsep dalam hidup minimalis, dan menemukan buku ini di Toko Buku, dari sinilah saya memulai konsep hidup minimalis.




Dalam buku ini, Sasaki yang merupakan penulis dari Buku ini, menjelaskan bahwa sejak zaman dahulu, barang hanya digunakan untuk mempermudah hidup kita, bukan untuk menguasai diri kita. Seperti ada keinginan membeli banyak buku, supaya terlihat diri kita memiliki pengetahuan yang luas, padahal membacanya saja belum tentu memiliki waktu. Membeli jaket kulit, dress yang indah dan sebagainya, dengan harapan suatu hari mungkin akan dipakai, padahal tidak memiliki waktu untuk jalan jalan atau bersosialisasi. Dengan kita membeli banyak barang hanya untuk memenuhi gengsi kita, kita artinya sudah dikuasai barang.



Ketika kita dikuasai oleh barang ataupun benda, kita akan memiliki kecenderungan untuk membandingkan diri dengan orang lain yang memiliki baju, mobil, rumah dan sebagainya yang kualitasnya jauh lebih bagus dari kita. Faktor inilah yang akan memberikan efek negatif dalam diri kita, menjadi kurang bersemangat, kurang bersyukur, rendah diri, dan sebagainya.

Supaya kita tidak berkubang dalam kesedihan seperti itu, maka ada baiknya menerapkan prinsip hidup minimalis.

Prinsip minimalis ini ternyata bisa mengurangi rasa stress, lebih berkonsentrasi, lebih menjaga kesehatan, merasa lebih segar, dan yang utama merasa lebih bahagia. Hal ini adalah dampak yang dirasakan sang penulis, Fumio Sasaki, karena sebelum ia mempraktekkan prinsip minimalis ini, ruangan kamarnya sangat berantakan, banyak barang bertumpuk, stress, rendah diri dan jenuh terhadap pekerjaannya, padahal pekerjaannya itu adalah pekerjaan yang ia idamkan.

RINGKASAN BUKU
  • “Ada kebahagiaan karena memiliki lebih sedikit. Itulah mengapa sekarang saatnya untuk mengucapkan selamat tinggal pada semua hal ekstra kami. Itulah versi minimal dari pesan yang ingin dia sampaikan dalam buku ini. "
  • "Itu juga sebagian alasan mengapa sasaki menulis buku ini. Meskipun itu bukan satu-satunya motivasi dia, dia ingin membuktikan kepada diri nya bahwa ada semacam nilai bagi keberadaan dia. "
  • Mengapa kita memiliki banyak hal saat kita tidak membutuhkannya? Apa tujuan mereka Saya pikir jawabannya cukup jelas: Kita putus asa untuk menyampaikan nilai diri kita. Kita menggunakan benda-benda untuk memberi tahu orang betapa berharganya diri kita. ”

Buku ini sangat baik bagi yang hidupnya sangat boros atau merasa kurang akan barang barang dalam kehidupannya. Hidup minimalis bukan hanya trend semata, tapi ini adalah gaya hidup yang sangat baik untuk diterapkan di kehidupan modern ini.

Sekian dan terima kasih.