May 2, 2018

Hal-Hal yang salah dalam Pendidikan di Indonesia


Kali ini saya akan membahas mengenai pendidikan. Pendidikan merupakan suatu faktor yang sangat penting untuk menunjang tingkat pertumbuhan suatu negara, semakin tinggi tingkat pendidikan warga negara maka kemungkinan besar negera tersebut akan semakin cepat berkembang dan bertumbuh menjadi negara maju, walaupun masi ada faktor lain, tetapi pendidikan menjadi faktor yang sangat penting. Tanpa mengurangi rasa hormat terhadap para guru dan semua yang telah berkontribusi terhadap pendidikan di negara kita, menurut saya pendidikan di Indonesia memiliki beberapa kekurangan yang masih bisa dipenuhi demi tercapainya Index pembangunan manusia yang mumpuni.

1. Menghafal

Salah saty hal yang sangat salah dari pendidikan di Indonesia adalah murid-murid yang di suruh menghafal pelajaran, padahal hal yang seharusnya dilakukan murid adalah mengerti mengenai pelajaran tersebut.

bagaimana cara murid bisa mengerti suatu pelajaran adalah menjadi tugas guru? 

kita sebagai murid dijejali dengan berbagai macam ruus yang tidak jelas dan dipaksa harus menghapal, padahal dalam kehidupan di dunia kerja nanti seandainya kita lupa terhadap suatu rumus ya kan bisa buka buku lagi.

2. Guru yang terbatas

Guru menjadi garda terdepan untuk membentuk masa depan bangsa, karena dari merekalah ilmu akan diturunkan kepada calon calon penerus bangsa nanti, yang menjadi perntanyaannya adalah:

Apakah Guru sudah mendapatkan kesejahteraan?

Kalau ditanya sekarang apa cita-cita kepada anak-anak mungkin hanya sedikit yang akan menjawab menjadi guru, dan juga banyak orang-orang yang lulus dari fakultas keguruan lebih tertarik untuk bekerja di bidang lain, hal tersebut tentunya harus menjadi perhatian pemerintah. ya mungkin guru di DKI sudah agak sejahtera, tapi bagaimana dengan guru yang ada di daerah?

3 Pelajaran Yang Terlalu Banyak

Mata pelajaran yang diberikan untuk siswa siswi pelajar baik dari SD-SMA menurut saya terlalu banyak, kisaran dari 10-15 matapelajaran, hal tersebut menurut saya kurang efisien karena akan berdampak buruk terhadap daya mengerti dan otak anak.

coba kita bandingkan dengan matapelajaran dari luar negeri, mereka menawarkan hanya sekitar 6-9 matapelajaran, itupun matapelajarannya dipilih oleh siswa siswi sendiri sesuai dengan minat mereka, sehingga lebih effisien dalam mengejar cita-cita mereka, sebagai contoh saya ingin menjadi seniman, ya kan ngapain saya belajar fisika, ya memang ga ada yang salah dengan belajar yang bukan diingikan tapi menurut saya kurang effisien.

Siswa siswi menjadi tidak fokus karena terlalu banyak yang harus mereka pelajari, tidak semua siswa siswi punya kemampuan untuk mempelajari hal yang banyak karena semua orang memiliki kemampuan yang berbeda-beda, dibandingkan hal tersebut mungkin sebaiknya siswa siswi diberikan pelajran yang bermanfaat bagi kehidupan mereka kelak ketika mereka keluar dari dunia pendidikan dan memasuki dunia kerja atau dunia nyata

Selamat hari pendidikan nasional

No comments:

Post a Comment