May 15, 2018



Menunda-nunda itu berasal dari kata dasar "Tunda", menurut KBBI, menunda berarti : Selalu atau berkali-kali menunda, mengulur-ulur waktu, atau memperlama sesuatu. Kamu sendiri pasti sering mendengar dan melihat quotes yang bertemakan menunda, contoh :

Andrie Wongso
"Jangan beri kesempatan pada diri sendiri untuk menunda-nunda sesuatu yang harus dilakukan. Pastikanlah untuk segera bertindak seperti yang telah anda putuskan. Action is Power! "

Seneca
"Ketika kita menunda-nunda, ingatlah bahwa hidup terus berjalan"


Benjamin Franklin
"Jangan menunda-nunda pekerjaan yang biasa kamu lakukan hari ini"

Dari quotes diatas, kita pun tersadar kalau menunda merupakan hal yang tidak bagus karena kita dibiasakan melakukan hal tersebut secara terus menerus, lalu apa saja sih keburukannya?

Membuang waktu

Waktu selalu berjalan,dan waktu yang telah lewat tidak bisa terulang kembali. Setiap detiknya begitu berharga, jadi apakah kamu rela jika waktumu yang berharga dan tidak ternilai itu terbuang begitu saja tanpa suatu hal berarti yang kamu lakukan? Pastinya tidak bukan?

Cenderung Menjadi Pemalas

Terkadang kita menunda sesuatu karena kita merasa capek dan tidak mood, dan jika kecenderungan tersebut dibiasakan terus maka lama-kelaman akan tumbuh menjadi suatu sifat malas.

Menjadi Tidak Disiplin

Karena kebiasaan yang suka menunda-nunda, maka jika di biarkan terus tentu saja akan berdampak ke banyak aspek dalam keseharian kita, misalnya menjadi sering terlambat, pekerjaan dan tugas terabaikan, sering sekali mengabaikan janji, atau mengabaikan ketentuan waktu seperti tanggal jatuh tempo dan lainnya. Sangat buruk bukan?

Menjadi Beban Pikiran

Akibat terlalu sering menunda-nunda, sehingga disaat deadline telah tiba dan kamu barulah menyadari bahwa tugas atau pekerjaan kamu ternyata menjadi sangat banyak akibat sering di tunda-tunda, hingga bertumpuk. Alhasil kamu menjadi stress dan jadi beban pikiran.

Pribadi Yang Tidak Termotivasi


Karena sering menunda-nunda, seseorang pastinya tidak mempunyai motivasi dalam melakukan pekerjaan. Karena kebiasaan tersebut sudah menjadi hal yang wajar, maka secara logika bahwa pastinya tidak ada suatu motivasi yang ada di dalam diri kamu untuk melakukan sesuatu atau pekerjaan, dan akan selalu timbul sikap ogah-ogahan dalam melakukan sesuatu, bosan, malas dan sejenisnya.

Menunda pekerjaan sekarang sama saja dengan mengumpulkan pekerjaan di hari esok

May 14, 2018


(Images: tofugu.com)


Bayangkan ini.

Kamu adalah calon investor yang sedang mendengarkan presentasi seorang mahasiswa tentang perusahaan yang sedang dia kembangkan bersama dengan teman – teman se-kuliahnya. Dia punya ide untuk membuat toko kacamata online.

Ide yang berpotensi, kamu pikir. Tapi orang yang beli kacamata biasanya menyocokkan dulu kacamata dengan mukanya, hal yang susah kalau kacamatanya dijual online. Perlu effort yang lebih tinggi untuk membuat pembeli tertarik membeli di toko kacamata online.

Dengan sisa waktu 6 bulan lagi sebelum launching, dan dengan website yang bahkan belum mereka buat, kamu menjadi skeptis. Jadi kamu coba cek keseriusan mereka, dengan menanyakan ini:

“Di saat mepet -seperti saat ini- apa kalian pernah terlintas untuk DO dan fokus pada perusahaan?”

“Wah kami gak berani pak. Kami juga masih ragu juga dengan ide kami, jadi kami mengerjakan ini sambil kuliah saja”

Masuk akal kalau mereka masih mau kuliah, tapi tidak yakin dengan idenya sendiri? Kamu tambah skeptis.

Walaupun begitu, masih ada harapan. Kamu bertanya lagi kepada mereka:

“Karena kalian masih kuliah, waktu kalian untuk mempersiapkan launching juga terbatas. Apakah kalian akan fokus hanya untuk persiapan ini selama 6 bulan kedepan?”

“Oh, kami semua juga ada mengambil magang di perusahaan lain di saat itu. Saya sendiri mendapat magang di perusahaan konsultasi”

Dengan waktu yang terbatas dan deadline yang semakin dekat, mereka bahkan masih terpikirkan untuk ambil magang? Apa benar mereka serius?

Tapi kamu juga tahu kalau beberapa bulan kedepan mereka akan lulus dari kuliah. Jadi seharusnya mereka punya waktu luang lebih banyak untuk dedikasi dan fokus pada perusahaan.

“Sebentar lagi kan kalian bakal lulus, berarti setelah itu kalian semua bisa fokus ke perusahaan ya”

“Sebenarnya tidak juga pak, kami semua sudah diterima di tempat kerja lain, untuk jaga – jaga kalau perusahaan ini tidak berprospek nantinya. Saya sendiri juga sudah dapat tawaran dari perusahaan konsultan tadi untuk kerja full-time”

Dengan itu, kamu menolak untuk investasi di perusahaannya.

Mana ada entrepreneur yang terlalu takutan, gak mau ambil resiko, dan di saat paling krusial, malah gak fokus ke perusahaannya?

Tapi justru itulah yang dilakukan oleh para founder Warby Parker.

Warby Parker adalah perusahaan penjual kacamata online pertama di Amerika. Saat ini, dia sudah menerima pendanaan sebesar 300 Juta Dollar, dan memiliki valuasi sebesar 1.2 Miliar Dollar.

Cerita di atas didasarkan pada kisah yang nyata.

Saat itu Adam Grant, professor psikologi dari Penn State University, diberikan presentasi yang sama oleh Neil Blumenthal, penemu Warby Parker yang juga muridnya. Seperti yang diceritakan di atas, Adam menolak proposisi Neil.

Kenapa para penemu Warby Parker bisa sukses, padahal apa yang mereka lakukan sepertinya tidak sejalan dengan sifat entrepreneur yang sukses?

Bukankah entrepreneur yang sukses adalah mereka yang gemar mengambil resiko dan tidak menunda – nunda?

Di bawah, kita akan lihat kenapa jawaban dari pertanyaan ini adalah “tidak”.

Kebanyakan Resiko Tidak Baik

Dalam pikiran kita, entrepeneur yang sukses adalah mereka yang berteman dengan tantangan. Tidak seperti orang awam yang sebisa mungkin menghindari resiko, mereka justru terlihat gemar mencari resiko.

Padahal kalau kita lihat lebih dalam, mereka juga sama seperti manusia biasa. Mereka juga kadang merasa tidak yakin dengan ide mereka sendiri, karena mereka melihat resiko besar yang muncul dengan ide tersebut.

Selain Warby parker, banyak orang sukses lain yang mengambil pekerjaan di luar perusahaan mereka.
Misalnya Steve Wozniak, yang setelah menyelesaikan produk Apple 1 dan membuat perusahaan Apple bersama Steve Jobs, masih melanjutkan pekerjaannya di HP.

Contoh lain adalah Brian May, yang saat itu sedang menjalani studi S3 astrofisika selagi bermain gitar di dalam band sampingannya. Dia tidak ikut fulltime ke dalam band-nya, Queen, sampai beberapa tahun berikutnya.

Kok, pilihan mereka malah terbalik dari yang dipercaya? Tapi pilihan mereka juga didukung oleh riset.

Joseph Rafiee dan Jie Feng melakukan sebuah riset untuk menelusuri apakah seorang entrepreneur baru sebaiknya melepas pekerjaannya untuk fokus pada perusahaan, atau sebaiknya dia mengambil pekerjaan di luar selagi mengurus perusahaannya. [1]

Mereka menemukan kalau orang – orang yang mengambil pekerjaan di luar perusahaannya memiliki tingkat kebertahanan sebesar 33% lebih tinggi dibandingkan orang – orang yang semata – mata fokus ke perusahaan mereka.

Memang di tahap awal, ketika perusahaan belum terlalu besar, merupakan masa dimana kita harus paling berhati – hati. Kita tidak tahu pasti apakah perusahaan kita berprospek bagus atau tidak kedepannya.

Founder Warby Parker tahu betul akan resiko gagalnya perusahaan mereka. Karena itu, mereka berhati – hati, dan mengimbangi resiko ini dengan mengambil pekerjaan lain. Karena kehati – hatian inilah, perusahaan mereka lebih tinggi tingkat kebertahanannya.

Karena perusahaan yang mereka coba kembangkan memiliki resiko besar untuk gagal, mereka mencari keamanan di tempat lain, dengan cara mengambil pekerjaan di luar. Dengan adanya keamanan di satu tempat, mereka bisa mengambil resiko sebesar – besarnya untuk perusahaan mereka.

Entrepreneur yang paling sukses bukanlah yang terjun bebas tanpa mengecek parasut mereka. Tapi mereka yang mengecek tiga kali parasutnya, menghitung trajektori tempat mereka akan mendarat, dan membuat plan b apabila tiba – tiba semuanya gagal saat terjun.

Agak Ntaran Deh

Sudah jadi kepercayaan umum rasanya, bahwa untuk sukses kita tidak boleh menunda – nunda pekerjaan. Walaupun deadline-nya minggu depan, baiknya mulai diselesaikan dari sekarang juga.

Tapi kita akan lihat bahwa justru dengan menunda, kita bisa memunculkan inovasi – inovasi kita. Kadang juga orang – orang yang menunda malah yang menang dibanding orang yang mulai duluan.

Seperti Warby Parker, yang hanya dengan sisa waktu 6 bulan bahkan belum membuat website, ada juga satu orang revolusioner yang menggunakan sifat menunda-nya untuk meningkatkan kualitas pekerjaan dia.

Martin Luther King Jr. terbangun di malam sehari sebelum pidato terkenalnya. Pidato ini akan ditonton oleh jutaan orang di dunia, dengan banyak tokoh – tokoh penting lainnya yang hadir. Dia akan menyampaikan pidatonya di urutan terakhir, sehingga krusial untuk apa yang dia sampaikan memunculkan inspirasi dan membuat kesan yang kuat.

Walaupun dengan gravitasi keadaan sebesar itu, bahkan sampai jam 3 dini hari naskah pidatonya belum juga selesai. Padahal dia bisa saja menyelesaikan naskah berhari – hari sebelumnya.

Tapi mungkin justru karena penundaan inilah, pidatonya bisa memberikan efek se-historis yang kita ingat sekarang. Alasannya: Menunda atau prokrastinasi adalah satu mode pembelajaran di dalam otak kita.

Manusia memiliki dua mode pembelajaran: mode fokus dan mode difusi. Mode fokus adalah ketika kita berpikir secara sadar untuk memproses informasi di dalam otak. Mode difusi adalah ketika kita membiarkan pikiran bawah sadar kita memproses informasi yang kita punya. Otak kita belajar dengan paling efektif apabila kita bergantian menggunakan mode fokus dan mode difusi [3]

Ketika kita sedang dalam mode difusi, informasi yang kita miliki diproses secara tidak sadar oleh otak, sehingga informasinya menjadi lebih matang di dalam pikiran.

Saat MLK menunda pembuatan naskahnya, dia membiarkan pekerjaan tersebut berjalan di belakang kepalanya, sehingga ketika sampai waktu untuk membuat naskah, semua ide yang mau dia jelaskan sudah matang.

Selain secara psikologis, menunda juga punya kelebihan dalam dunia persaingan.

Perusahaan yang masuk lebih lama bisa menggunakan waktunya untuk memperkenalkan produk yang lebih berkualitas, daripada perusahaan pionir yang bergerak terburu – buru untuk lari dari perusahaan lain yang mengejar dari belakang.

Peter N. Golder melakukan sebuah riset untuk mengetahui mana yang lebih banyak punya kelebihan, para pionir atau para pengikutnya. Dia menemukan kalau 47% pionir market pada akhirnya gagal, dan hanya 11% pionir yang saat ini menjadi penguasa pasar di bidangnya. Dia juga menemukan kalau rata - rata penguasa pasar masuk 13 tahun setelah pionir masuk.

sumber

kesimpulan:

Entrepreneur, lain dengan kepercayaan umum, juga takut kepada resiko dan kadang menunda – nunda.

Walaupun begitu, mereka menggunakannya untuk mendukung, bukan menghalangi usaha mereka.

Mereka takut kepada resiko, karena takut kedepannya pilihan mereka bukanlah yang terbaik. Jadi mereka menyeimbangi resiko yang mereka pegang dengan keamanan di tempat lain. Mereka tidak menghindari resiko, tapi meminimalisir efek dari resiko yang mereka ambil.

Mereka menunda, karena tidak yakin apakah sekarang adalah waktu yang terbaik. Bisa saja ada inspirasi yang tiba – tiba datang di tengah. Mereka menunda secara strategis, untuk lebih banyak memunculkan inspirasi yang datangnya tidak bisa ditebak.

Ada aspek yang sama dari dua sifat di atas. Keraguan.

Keraguan membuat mereka lebih berhati – hati untuk maju kedepan.

Keraguan membuat mereka menjadi lebih rendah hati. Membuat mereka sadar kalau, walaupun dengan keadaan se-ideal mungkin, ada saja hal di luar dugaan yang akan terjadi.

Jadi, untuk orang – orang yang sekarang sedang berusaha, tanyakanlah pertanyaan ini: Apakah ada keraguan dalam hatimu?

Kalau jawabannya ya, besar kemungkinan kamu berada di jalan yang benar.

May 13, 2018

Kehidupan ini dalam kesehariannya selalu menghasilkan banyak cerita, mulai dari kisah biasa hingga kisah luar biasa yang bisa membuat banyak orang menitikkan air mata. Setiap hidup yang kita jalani tak lepas dari pelajaran hidup yang bisa kita petik. Dari kehidupan ini tak sedikit orang yang mampu memahami kehidupan ini dan keluar menjadi pemenang.





Setiap diri kita memiliki potensi yang terpendam. Meski memang setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan, namun sebagian orang atau bahkan segelintir orang mampu memaksimalkan kemampuan dirinya untuk menjadi seorang pemenang. Lalu bagaimanakah cara memaksimalkan kemampuan diri kita untuk meraih kesuksesan? Berikut paparannya..

1. Mengenal diri sendiri


Untuk bisa menjadi orang yang sukses tentunya di mulai dari mengenal diri sendiri baik dari kelebihan dan kekurangan diri. Setiap orang punya ciri khas dan juga karakter khusus yang dimilikinya sehingga memiliki perbedaan yang terkadang mencolok dari orang lain. Semakin kita bisa mengenal diri sendiri akan membuat kita semakin memahami apa yang harus dilakukan untuk bisa memaksimalkan kemampuan dan potensi diri untuk meraih target-target penting dalam kehidupan serta mampu mengatasi kelemahan dan bahkan mengubah kelemahan diri menjadi sebuah kekuatan.

2. Mencoba hal-hal baru

Jangan ragu untuk mencoba hal-hal baru dalam kehidupan selama itu bernilai positif. Dengan mencoba hal-hal baru maka itu dapat memancing potensi diri kita keluar, karena seringkali potensi-potensi diri tak akan muncul kecuali dengan memancingnya keluar dengan berbagai cara termasuk memberanikan diri mencoba hal-hal baru dalam konteks yang positif.

3. Kembangkanlah soft skill

Soft skill sangatlah menunjang diri kita dalam upaya memaksimalkan kemampuan pribadi. Pelajari dan kembangkan soft skill dalam berbagai bidang yang bisa menjadi media kita untuk meraih kesuksesan seperti melatih public speaking, ilmu leadership, marketing, manajemen, teknik penulisan hingga ilmu bahasa. Jangan ragu untuk mengembangkan soft skill apalagi saat usia masih muda, sebab bila kita memiliki banyak soft skill bukan tak mungkin tak akan sulit dalam meraih pekerjaan atau terjun ke dunia bisnis.

4. Ikut Organisasi

Di organisasi kita akan menemukan banyak karakter orang yang berbeda dengan ragam cara memahami setiap orangnya. Tantangan secara organisasi lebih besar dibandingkan dengan secara individu, hal ini karena pemikiran secara organisasi mengharuskan untuk bergerak bersama-sama dan harus menghilangkan keegoisan diri. Adanya miss komunikasi hingga perbedaan pendapat bisa menjadi tantangan bagi setiap individu untuk bisa memaksimalkan kemampuannya dalam berorganisasi.

5. Miliki partner

Bergerak secara individu terkadang kurang semangat, tidak salahnya kita harua memiliki partner dalam upaya memperjuangkan mimpi dan cita-cita seperti teman yang selalu ada di sisi. Dengan adanya partner hidup kita bisa tambah semangat karena ada seseorang yang selalu mengingatkan dan memberi semangat saat sedang down.

6. Buat rencana secara tersusun


Penting untuk kita membuat sebuah rencana, hal ini bertujuan agar diri kita bisa lebih fokus dalam memaksimalkan kemampuan diri dalam upaya menuntaskan setiap cita-cita yang dibuat. Dengan adanya rencana yang tersusun kita dapat memprioritaskan mana yang harus lebih dulu dilakukan dan mana yang tidak.

sumber:
sumber 1
Sumber 2
Sumber 3

May 2, 2018


Kali ini saya akan membahas mengenai pendidikan. Pendidikan merupakan suatu faktor yang sangat penting untuk menunjang tingkat pertumbuhan suatu negara, semakin tinggi tingkat pendidikan warga negara maka kemungkinan besar negera tersebut akan semakin cepat berkembang dan bertumbuh menjadi negara maju, walaupun masi ada faktor lain, tetapi pendidikan menjadi faktor yang sangat penting. Tanpa mengurangi rasa hormat terhadap para guru dan semua yang telah berkontribusi terhadap pendidikan di negara kita, menurut saya pendidikan di Indonesia memiliki beberapa kekurangan yang masih bisa dipenuhi demi tercapainya Index pembangunan manusia yang mumpuni.

1. Menghafal

Salah saty hal yang sangat salah dari pendidikan di Indonesia adalah murid-murid yang di suruh menghafal pelajaran, padahal hal yang seharusnya dilakukan murid adalah mengerti mengenai pelajaran tersebut.

bagaimana cara murid bisa mengerti suatu pelajaran adalah menjadi tugas guru? 

kita sebagai murid dijejali dengan berbagai macam ruus yang tidak jelas dan dipaksa harus menghapal, padahal dalam kehidupan di dunia kerja nanti seandainya kita lupa terhadap suatu rumus ya kan bisa buka buku lagi.

2. Guru yang terbatas

Guru menjadi garda terdepan untuk membentuk masa depan bangsa, karena dari merekalah ilmu akan diturunkan kepada calon calon penerus bangsa nanti, yang menjadi perntanyaannya adalah:

Apakah Guru sudah mendapatkan kesejahteraan?

Kalau ditanya sekarang apa cita-cita kepada anak-anak mungkin hanya sedikit yang akan menjawab menjadi guru, dan juga banyak orang-orang yang lulus dari fakultas keguruan lebih tertarik untuk bekerja di bidang lain, hal tersebut tentunya harus menjadi perhatian pemerintah. ya mungkin guru di DKI sudah agak sejahtera, tapi bagaimana dengan guru yang ada di daerah?

3 Pelajaran Yang Terlalu Banyak

Mata pelajaran yang diberikan untuk siswa siswi pelajar baik dari SD-SMA menurut saya terlalu banyak, kisaran dari 10-15 matapelajaran, hal tersebut menurut saya kurang efisien karena akan berdampak buruk terhadap daya mengerti dan otak anak.

coba kita bandingkan dengan matapelajaran dari luar negeri, mereka menawarkan hanya sekitar 6-9 matapelajaran, itupun matapelajarannya dipilih oleh siswa siswi sendiri sesuai dengan minat mereka, sehingga lebih effisien dalam mengejar cita-cita mereka, sebagai contoh saya ingin menjadi seniman, ya kan ngapain saya belajar fisika, ya memang ga ada yang salah dengan belajar yang bukan diingikan tapi menurut saya kurang effisien.

Siswa siswi menjadi tidak fokus karena terlalu banyak yang harus mereka pelajari, tidak semua siswa siswi punya kemampuan untuk mempelajari hal yang banyak karena semua orang memiliki kemampuan yang berbeda-beda, dibandingkan hal tersebut mungkin sebaiknya siswa siswi diberikan pelajran yang bermanfaat bagi kehidupan mereka kelak ketika mereka keluar dari dunia pendidikan dan memasuki dunia kerja atau dunia nyata

Selamat hari pendidikan nasional

Mar 29, 2018



Tidak ada yang memungkiri bahwa hari ini dunia semakin kompetitif, dengan semakin banyak peluang, kesempatan dan karir yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan. Tapi jangan dikira, Salah-salahnya bila kita tidak bisa mengikuti perkembangan dan trend zaman, kita akan di gilas oleh roda kehidupan (gaya amat bahasanya, haha). So, tidak ada salah dan kelirunya bila kita meningkatkan kemampuan dan skill kita, bukan karena kita ingin diterima kerja (sekedar itu saja), tetapi karena peningkatan skill pribadi juga menunjukan bahwa kita senantiasa berkembang dan tumbuh. Untuk itulah kita hidup.


images: tofugu.com

Mar 20, 2018

Manusia tercipta dengan berbagai kelebihan, salah satunya adalah mempunyai akal yang sempurna dibanding makhluk lainnya. Dengan menggunakan akalnyalah manusia bisa berpikir dan berbudaya hingga menciptakan hal-hal baru bagi dunia. 



Manusia tercipta dengan berbagai kelebihan, dan tak jarang setiap orang yang menyadari akan setiap kelebihannya kemungkinan ia akan bisa berhasil memanfaatkan kelebihannya itu untuk mengubah dan mencetak sejarah dunia.



Karya-karya yang telah dibuat oleh mereka tak lepas dari kreativitas dan inovasi yang mereka sertakan dalam setiap perjuangannya, pemikiran-pemikiran out of the boxnya berhasil mengkreasikan sesuatu hal yang mungkin bermanfaat bagi dunia. Mau apapun waktunya entah dulu, kini ataupun nanti, kreativitas dan inovasi penting keberadaanya. 

Ada alasan-alasan mengapa kreativitas dan inovasi itu penting, apa sajakah itu?

1. Menciptakan sesuatu hal yang baru




Kreativitas dan inovasi berperan dalam menciptakan sesuatu hal yang baru ataupun terbarukan. Orang yang ahli dalam berkreativitas dan berinovasi bisa mengubah sesuatu hal yang ada di sekitarnya menjadi sesuatu hal yang bermanfaat, sebagai contohnya adalah sampah, bagi orang yang kreatif sampah itu diolah dan didaur ulang menjadi produk yang menghasilkan uang.


2. Membantu memaksimalkan potensi



Seseorang yang selalu mengembangkan kreativitas dan berinovasi secara tidak langsung ia telah mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya, pikirannya akan terus bekerja dan terasah. Berbeda dengan orang yang malas dan tidak mau berjuang, potensinya tidak bisa teroptimalkan dengan baik.

3. Bekal untuk survive

Dengan kita bisa berfikir kreatif dan berinovasi, kita telah memiliki bekal untuk survive di zaman sekarang yang serba dinamis. Keadaan hidup yang selalu berubah-ubah terkadang membuat kita harus berpikir keras untuk menyelesaikan problem-problem yang ada, disinilah terkadang kita harus bisa berpikir out of the box untuk menyelesaikan permasalahan yang ada secara efektif dan efisien. 





Tak jarang orang yang memiliki kreativitas dan mampu berinovasi banyak dicari oleh orang ataupun perusahaan. Banyak perusahaan yang mencari orang yang kreatif dan inovatif demi membantu bisnisnya tetap berkembang ditengah arus globalisasi saat ini. Bagi perusahaan, kreativitas dan inovasi bagaikan nyawa dalam perjalanan hidup perusahaan, tanpa adanya kreativitas dan inovasi tak jarang perusahaan kalah saing dengan kompetitornya dan kemudian hilang begitu saja. 
Perlu adanya kreativitas dan inovasi dalam upaya terus bertahan dalam persaingan dan memenangkan persaingan.

4. Kreativitas dan inovasi menjadi pembeda



Kreativitas dan inovasi bisa menjadi pembeda antara satu dan lainnya, biasanya orang yang selalu kreatif dan inovatif memiliki ciri khas yang membedakan antara dirinya dan orang-orang pada umumnya, Sehingga dia memiliki keunikan dan keunggulan tersendiri dibandingkan orang pada umumnya.

5. Kreativitas dan inovasi bisa menjadi motivasi




Orang yang memiliki kreativitas dan inovasi tak akan pernah merasa takut dalam menghadapi hidup, karena dia meyakini bahwa apa yang dihadapi dalam kehidupannya akan selalu bisa teratasi. Adanya kreativitas dan inovasi yang dia miliki membuatnya terdorong untuk membuat sesuatu hal yang baru ataupun menjadi bekal untuk meraih kesuksesan dalam hidupnya.

Referensi: Kompasiana

Mar 11, 2018

Mendengar merupakan kemampuan sosial yang sering luput dikuasai atau diperhatikan oleh kebanyakan manusia.

image: tofugu.com

Pada era media sosial seperti sekarang banyak orang ingin selalu menjadi pusat perhatian, membuat peran menjadi pendengar yang baik pun terlupakan. Menjadi pendengar yang baik manfaatnya tak hanya memberikan rasa nyaman pada lawan bicara,tetapi juga bagi diri sendiri.

"Sebuah kisah itu tidak melulu menjelaskan kehidupan kita, tetapi juga bisa membentuk kehidupan kita," jelas Murray Nossel, Ph.D, penulis buku Powered by Storytelling.

Salah satu hal penting dalam ilmu komunikasi, kata Nossel, adalah mendengarkan orang lain. Hal ini sama pentingnya dengan berbagi cerita sendiri. Dia mengatakan, percakapan yang Anda lakukan dengan satu teman bisa berbeda dengan percakapan bersama teman lainnya, meskipun Anda membicarakan topik yang sama.

"Setiap interaksi sosial memberikan sesuatu yang baru dan mengejutkan,"imbuhnya.

Menjadi pendengar yang baik, sebut dia, bisa membuat Anda memahami kehidupan teman Anda, nilai yang mereka yakini, dan belajar mengenai apa yang membentuk diri mereka hingga sekarang. Richard Carlson, penulis buku Don't Sweat Small Stuff, mengungkapkan,kebanyakan orang menyikapi momen percakapan seperti perlombaan sehingga Anda lupa dengan apa yang Anda bicarakan dan tidak memberikan ruang untuk mendengar tanggapan orang lain.

"Kita sering kali melihat komunikasi itu seperti lomba dengan tujuan menumpahkan semua cerita tanpa ada jeda sehingga lupa awal dan akhir tujuan dari percakapan tersebut. Memotong pembicaraan orang lain membuat Anda semakin stres karena Anda tidak memberikan orang itu waktu untuk menjelaskan semuanya hingga selesai. Cobalah untuk diam dan mendengarkan, Anda akan merasakan tekanan itu hilang perlahan dari tubuh Anda," urai Carlson seperti dikutip Inc.

Berikut ini adalah tiga waktu dalam hidup saat Anda harus menjadi pendengar yang baik:


1. Mendengarkan teman yang tengah menghadapi kesulitan

Teman Anda mengalami kejadian tidak menguntungkan dalam hidupnya, misalnya,dia dipecat dari perusahaan tempat dia bekerja selama bertahun-tahun. Jangan langsung menghakimi.

Nossel menyarankan untuk Anda mendengar semua cerita teman tersebut,rasakan dari nada suara dan ekspresi wajahnya, apakah kejadian ini dipandang baik atau buruk olehnya.

Jadi, misalnya teman Anda justru ingin merencanakan masa menganggurnya nanti diisi dengan melakukan perjalanan yang tidak pernah sempat dia lakukan saat bekerja,maka sebagai teman, berikanlah dukungan dan semangat. Jika waktu dan biaya memungkinkan, maka Anda bisa menawarkan diri untuk menemaninya.

Namun, apabila dia merasa sedih dan kecewa, maka sebagai teman sebaiknya Anda mendengarkan ceritanya serta semangati dia untuk kembali bangkit.

Jangan menginterupsi cerita seseorang yang tengah merasa panik dan sedih. Pasalnya,hal ini justru akan membuat dia merasa bahwa Anda menilainya denganpikiran-pikiran yang negatif.

2. Berselisih pendapat dengan pasangan

Pertengkaran, selisih pendapat, dan saling diam biasa terjadi dalam sebuah hubungan.

Menurut Joseph Cilona, seorang psikolog klinis berlisensi di Manhattan, New York, Amerika Serikat, pasangan yang sering berargumen itu normal, meskipun lebih sering dari pasangan lain. Tidak ada ukuran pasti mengenai jumlah pertengkaran yang normal untuk pasangan.

"Pertengkaran dan selisih pendapat dalam hubungan merupakan tanda Anda saling peduli," jelas Ramani Durvasula, Ph. D, penulis Should I Stay or ShouldI go, seperti dikutip Glamour.

Pernyataan yang datang dari ekspresi emosional, kata Nossel, tidak selalu mudah untuk dihadapi.

Dia menyarankan, lain waktu Anda memiliki perbedaan pendapat dengan pasangan, cobalah untuk menenangkannya dengan memperlihatkan sikap Anda bersedia mendengarkan.

Berikan perhatian pada pasangan dengan membantunya memecahkan masalah yang dia anggap sebagai konflik.

Nossel mengatakan, jangan berdebat, jangan membuat kondisi makin runcing,dan hindari segala topik yang bisa membuat suasana semakin panas.

3. Percakapan dengan rekan kerja

Hubungan profesional dan bisnis membutuhkan komunikasi dua arah yang saling menguntungkan kedua belah pihak.

"Orang merasa lebih produktif ketika mereka merasa berada dalam tujuan yang sama," ungkap Nossel.

Atasan, bawahan, dan sesama rekan kerja bisa berubah menjadi katalisator perubahan positif di ranah kerja.

Nossel merekomendasikan para manager untuk rutin mengadakan meeting dengan tim kerja.

Selain untuk mengetahui perkembangan pekerjaan, manager harus mengetahui mengenai apa yang dialami dan dilalui karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan.

"Obrolan santai di dapur kantor dan lift bukanlah percakapan berkualitas.Anda harus meluangkan waktu lebih dari lima menit untuk benar-benar mendengarkan dan memahami kebutuhan serta tantangan kinerja karyawan," pungkasnya.

Feb 7, 2018



Kita saat ini hidup dengan 6 miliar lebih manusia dengan tipe yang berbeda-beda. Tapi kenyataannya ada beberapa tipe manusia yang harus kita hindari. Alasan menghindari tipe orang-orang seperti ini adalah karena mereka merugikan kesehatan pikiran kita.

Jika kau ingin memiliki tubuh yang sehat, kau harus lebih dulu memiliki pikiran yang sehat

Berangkat dari Quote di atas, berikut tipe-tipe orang yang harus dihindari:

1. GOSSIPERS

Kemungkinan anda sudah mengetahui bahwa orang-orang yang suka menggosip harus dihindari.

Penggosip pada dasarnya adalah orang/sekelompok orang yang membicarakan, mengkritik, atau menyiksa secara verbal orang lain di belakang mereka. Kenapa mereka harus dihindari? Karena jika mereka membicarakan orang lain saat orang itu tidak ada, berarti mereka akan membicarakanmu saat kau tidak ada.

Saat orang-orang di sekitar kamu membicarakan orang lain, kemudian mereka mulai menambahkan aspek negatif ke orang itu, kamu hanya perlu mengatakan "Stop. Aku tidak ingin mendengar itu" dan kemudian kamu bisa menghindari percakapan. Karena efek yang diterima dari mendengarkan gosip adalah kamu berakhir dengan menggosipinya kepada orang lain, atau kamu berakhir dengan memiliki perasaan negatif kepada orang yang digosipin.

Salah satu hal yang bisa dilakukan jika kita mengenal orang seperti itu adalah membantunya untuk mengerti, bahwa menggosip tidak akan membantu siapapun, bahkan orang yang di gosipin.

2. JEALOUS HATERS

Jealous Haters, begitu saya menyebutnya, adalah seseorang yang membenci kita, tapi mereka membenci kita karena mereka merasa iri pada kita. Beda ya dengan haters, karena biasanya haters lebih membenci kita dan mengkritik kita tanpa mengenal kita. Sedangkan Jealous Haters lebih sering ke orang yang mengenal kita, lalu mereka membenci kita karena mereka iri pada suatu hal yang kita bisa atau kita miliki.

Untuk haters sendiri, yang mengkritik kita tanpa mengenal kita, tidak perlu dihindari. Bagaimanapun, buat saya, kritik membuat kita lebih baik, tapi adanya haters membuat kita menjadi lebih baik dengan lebih cepat.

Jealous Haters juga biasanya adalah orang yang menyukai kita, mereka ingin menjadi seperti kita, tapi mereka tidak tahu cara mengekspresikannya. Beberapa dari mereka akan mengevaluasi kamu di luar konteks dan mengatakan bahwa kamu tidak cukup bagus dalam hal apapun yang kamu lakukan di depannya. Jangan biarkan orang-orang seperti ini mengevaluasi diri kamu sesuka hari mereka. Karena kamu sendirilah yang paling tahu apa yang kamu mampu atau tidak mampu lakukan.

Salah satu ciri Jealous Haters adalah ketika kamu mengatakan nasihat yang bagus ke orang lain, si Jealous Haters akan langsung menghancurkan nasihat kamu dengan mengatakan "Ah, kurasa itu tidak terlalu bagus". Karena mereka selalu membuat kamu merasa bahwa apa yang kamu katakan dan lakukan tidak cukup bagus.

3. TIME WASTERS

Time Wasters adalah tipe orang yang suka membuang-buang waktu. Orang-orang yang berbicara tentang apa yang mereka anggap penting tapi menurut kamu tidak, seperti selebriti, musisi, klub sepak bola, atau apapun hanya untuk membuang waktu.

Lebih baik jika kamu bertemu dengan tipe time wasters seperti ini, kamu harus dengan baik-baik memintanya untuk mengatakan inti dari ceritanya saja agar kamu bisa langsung ke pembicaraan yang paling penting. Atau membuat orang seperti ini mengerti bahwa kamu juga memiliki hal penting yang harus dilakukan

Tapi jika kamu tertarik dengan pembicaraannya, kamu tidak perlu melakukannya, karena itu hanya berlaku jika pembicaraan itu menarik dari satu sisi doang.

4. MONEY GRABBERS

Tipe Money Grabbers sendiri adalah tipe orang-orang yang kabur saat tagihan datang, orang-orang yang membuat kamu membeli hal-hal yang sebenarnya tidak diperlukan, yang hanya ingin membuat kamu menghabiskan uang.

Bagaimana caranya kita mengetahui orang dengan tipe seperti ini di sekitar kita? Tanyakan ini pada diri kamu, "Siapa yang paling sering membuat kita mengeluarkan uang untuk hal yang tidak di butuhkan?" Pikirkan apakah kamu membeli sesuatu untuk membantu orang lain, atau hanya karena orang itu memintanya?

5. OVER-SENSITIVE

Ini adalah tipe orang yang dateng ke kamu dengan segudang emosi dan seribu satu masalah, atau lebih. Dan bagaimana caranya kita mengetahui tipe orang seperti ini? Biasanya orang seperti ini akan pilih-pilih. Maksud saya pilih-pilih yaitu bener-bener pilih-pilih. Mereka pilih-pilih tentang pakaian, sepatu, bahkan makanan. Mereka akan pilih-pilih dengan apapun yang mereka lihat atau apapun yang mereka lakukan.

Kebanyakan dari mereka memang bagus untuk kadang-kadang menginspirasi kamu karena mereka mengetahui banyak barang-barang atau kebutuhan lainnya akibat mereka pilih-pilih, atau belajar dari masalahnya yang menumpuk. Tapi sebaiknya jangan menghabiskan banyak waktu dengan orang seperti ini. kamu harus ingat bahwa juga punya tujuan yang harus dicapai.

6. EXCUSE MAKERS

Excuse Makers adalah tipe orang yang memiliki seribu satu alasan. Dan bagaimana cara mengetahui tipe orang seperti ini? Mudah, mereka selalu lapar, mereka selalu lelah, mereka selalu mengantuk, mereka selalu bosan. Mereka selalu memiliki alasan jika dihadapkan dengan sesuatu yang harus dilakukan.

Jika ada orang seperti ini datang ke kamu, tujuan mereka cuma satu. Mereka ingin kamu menggantikan mereka melakukan sesuatu yang seharusnya orang itu kerjakan sendiri dengan beribu alasan dari yang tidak masuk akal, sampai alasan yang dibuat dramatis sehingga membuat kita percaya.

Tapi sekali lagi, kita harus benar-benar mengerti alasan mereka, lalu memutuskan untuk membantunya atau sepenuhnya mengabaikannya.

7. MIS-EDUCATED

Tipe orang terakhir menurut saya yang harus dihindari adalah tipe Mis-Educated, ini adalah tipe orang yang memiliki gagasan yang salah tentang apa yang diperlukan agar kamu bisa sukses.

Biasanya tipe orang seperti ini adalah teman yang datang ke kamu lalu mengatakan kepada kamu bahwa kamu harus seperti ini, seperti itu, agar bisa sukses sepertinya. Tapi kamu juga harus mengerti, bahwa di luar sana, banyak serigala berbulu domba, banyak musuh (enemies) yang membaur menjadi teman (friends), yang saya sebut Frienemies.

Sekali lagi, jangan biarkan orang seperti ini melupakan apa tujuan kamu, atau apa goal kamu dalam hidup. Karena banyak teman kamu yang sudah sukses, terkenal, kaya raya, tapi selalu ingat, mereka tidak akan bisa tahu apa yang kita harus lakukan agar menjadi sukses. Intinya, tidak perlu menuruti perkataannya, dan hanya ambil sisi positif dari ceritanya untuk menjadi orang sukses.

kamu mengikutinya dan melakukan hal yang sama dengannya untuk bisa sukses, kamu kemudian akan gagal, karena itu bukan purpose kamu, karena itu sebenarnya bukanlah hal yang kamu ingin lakukan.

8.TAKERS (PENGAMBIL)

Takers ini adalah tipe orang yang selalu mengambil sesuatu dari kamu. Dia tidak pernah memberi, atau dia sedikit memberi, tapi dia mengambil begitu banyak sesuatu dari kamu. Semua yang dia lakukan hanya meminta, meminta, meminta, dan tidak pernah mengembalikan.

Tapi, jika SEMUA yang mereka inginkan terdiri dari satu hal saja, misalnya, mereka hanya ingin waktu, mereka hanya ingin uang, mereka hanya ingin perhatian, maka kamu harus benar-benar menghindari mereka. Setidaknya, cara menghadapi tipe orang seperti ini adalah jangan terlalu sering berurusan dengan mereka, atau setidaknya katakan kalau kamu tidak bisa membantu mereka, saat ini.

9. FAKERS (PEMALSU)

Fakers adalah tipe orang yang selalu berperilaku seperti orang yang bukan dirinya. Pasti kamu sudah sering melihat tipe orang seperti ini kan?

Normalnya, tipe orang seperti ini tidak bisa dihindari, malah tidak bisa diketahui. Mereka ada di sekeliling kita, entah kita sadar atau tidak. Tapi, yang bisa kita lakukan hanyalah melihat satu-satu dari mereka, entah teman atau kerabat, dan tanyakan pada diri kamu, seberapa banyak aku harus berurusan dengan orang ini?

Sadari masing-masing mereka siapa yang memerikan manfaat, atau siapa yang justru lebih banyak memberikan hal negatif kepada kamu? Dan jangan pernah ragu untuk menghindari mereka, kerena lebih baik daripada ujung-ujungnya kamu dikhianati. Jadi, siapakah para pemalsu di sekitar kamu?

10.UNTRUSTWORTHY (TIDAK DAPAT DIPERCAYA)

Untrustworthy pada dasarnya bukanlah penipu. Mereka adalah orang-orang yang bisa dipercaya di awalnya, namun di akhirnya mereka mengkhianati kita.

Mereka berbohong, mereka menipu, mereka mencuri hal-hal dari kita, lalu kita memaafkan mereka. Tapi mereka terus-terusan mengulangi hal yang sama, mengkhianati kepercayaan kita. Jika sudah seperti ini, jangan ragu untuk menghindari mereka, atau tendang langsung dari hidup kamu, lalu undang orang-orang lain yang kamu percayai.

Karena jika kamu terlalu banyak kasih kesempatan untuk orang-orang seperti ini, itu akan berakhir negatif, dan ujungnya kamu akan susah percaya kepada orang-orang di sekeliling kamu yang belum tentu mereka seperti itu. Jika menemukan orang dengan tipe seperti, lekas buang, dan ganti dengan yang baru. Buat apa di kasih kesempatan?

11.FLAKERS

Flakers adalah tipe orang yang berlapis-lapis. Yang berlapis-lapis disini adalah omongannya. Seseorang yang mengatakan ingin sesuatu hal, tapi dia tidak pernah melakukannya.

Contoh paling untuk orang-orang tipe ini adalah cowok/cewek yang kamu tembak, kemudian dia bilang "Jalanin ajah". Dan... tahun-tahun berlalu, apa yang dia bilang masih itu-itu ajah. Atau temen kamu yang ngajakin jalan-jalan ke mana, terus-terusan ngajakin sampe berbulan-bulan, tapi sama sekali tidak pernah dilakuin.

Bahaya tidak menghindari orang-orang Flakers adalah mereka menghabiskan waktu, tenaga, dan emosi.

12.DECEIVERS (PENDUSTA)

Deceivers ini adalah tipe kompiltnya penipu. Dia berbohong, dia curang, dia berkhianat, dia juga pandai merayu. Cara paling mudah mengetahui mereka adalah dengan melihat perkataan dan perbuatan mereka. Karena para Deceivers ini terkadang perkataan dan perbuatannya bertentangan.

Hal yang perlu dilakuin kepada orang-orang seperti ini adalah kita tidak harus menolak mereka dengan kasar, tapi perhatikan jarak antara diri kamu sama mereka. Pastikan jarak mereka dalam hidup kamu tidak akan melukai kamu jika saja mereka melakukan sesuatu yang menyakiti seseorang. Ibaratnya perbuatan negatif mereka ke kamu tidak sampai karena kamu sudah meletakkan mereka di jarak yang jauh.

Feb 1, 2018

Dengan kemajuan teknologi yang telah dicapai hingga sekarang dan kapasitas penyimpanan yang semakin besar, semakin banyak aplikasi yang dapat dipasang ke ponsel. Aplikasi yang dipasang di banyak ponsel yang dipakai masyarakat Indonesia antara lain aplikasi chatting, media sosial, transportasi daring, dan mobile game. Kali ini, Minami Creative Works akan memberikan rekomendasi aplikasi bermanfaat yang dapat membantu kehidupan sehari-hari yang perlu Anda pasang di ponsel Anda. Apa sajakah itu?

1. Aplikasi Tanya Jawab



Ingin menanyakan sesuatu yang tak Anda ketahui kepada orang-orang yang ada di internet? Pasanglah aplikasi tanya jawab di ponsel Anda. Ada dua aplikasi yang saya rekomendasikan. Pertama adalah aplikasi Quora. Quora telah berdiri sejak Juni 2009 dan mulai dapat diakses publik sejak 21 Juni 2010. Dengan aplikasi ini, Anda dapat menanyakan berbagai hal dan mendapatkan jawaban dari berbagai pengguna Quora di seluruh dunia. Anda juga dapat menjawab pertanyaan yang diajukan pengguna lain. 



Aplikasi alternatif yang bisa Anda gunakan adalah Brainly. Ukuran aplikasinya tergolong ringan, yaitu 3,8 MB (Quora) dan 5,1 MB (Brainly). Keduanya pun gratis. Quora telah diunduh sebanyak 5 juta kali sementara Brainly sebanyak 10 juta kali.

2. Aplikasi Pencatat Keuangan

Apakah Anda sering merasa bahwa pengeluaran Anda terlalu berlebihan dan membebani kondisi keuangan Anda? Cobalah untuk menggunakan aplikasi pencatat keuangan. Dengan aplikasi ini, Anda dapat mencatat pengeluaran dan pemasukan Anda dan mengelompokkannya berdasarkan jenisnya, seperti pendapatan gaji, pendapatan bonus, pengeluaran makan dan minum, pengeluaran transportasi, pengeluaran hiburan, dan sebagainya. Anda juga dapat mengelompokkan uang yang Anda ke dalam berbagai pos seperti dompet, rekening bank, rekening investasi, dan sebagainya serta membuat batas pengeluaran harian. Beberapa aplikasi pencatat keuangan yang dapat Anda pilih antara lain AndroMoney (14 MB - Gratis, Versi Full Seharga Rp41.000), Monefy (6,2 MB - Gratis, Versi Full Seharga Rp33.000), Money Lover (16 MB - Gratis), Wallet (27 MB - Gratis), dan masih banyak lagi.

3. Aplikasi Catatan

Mungkin, ponsel Anda sudah memiliki aplikasi catatan bawaan pabrik. Namun, tak ada salahnya apabila Anda juga memasang aplikasi catatan yang disediakan pihak ketiga.
Aplikasi yang saya rekomendasikan adalah Google Keep. Dapat ditebak dari namanya bila aplikasi ini dikembangkan oleh Google. Anda dapat menulis catatan, melabeli catatan agar mudah ditemukan, dan mengarsipkannya. Catatan juga dapat di-undo dan di-redo. Catatan yang ada juga dapat disinkronasikan dengan aplikasi Keep di perangkat lain yang terhubung dengan akun Google yang sama (bila terkoneksi dengan jaringan internet) sehingga dapat memudahkan pencatatan di berbagai tempat. Draft thread ini sendiri pun ditulis di aplikasi Keep.

4. Aplikasi Kalkulator Serbaguna

Seperti halnya catatan, aplikasi kalkulator dengan fungsi standar sudah terpasang di semua ponsel saat ini. Untuk perhitungan yang lebih kompleks atau konversi satuan, Anda dapat mengunduh aplikasi kalkulator buatan pihak ketiga. Aplikasi yang saya rekomendasikan adalah ClevCalc. Ukuran aplikasi ini hanya 4,3 MB dan tersedia secara gratis namun Anda harus membayar untuk menghapus iklan secara permanen. Aplikasi yang telah diunduh lebih dari 10 juta kali ini menyediakan berbagai fungsi kalkulator seperti kalkulator standar, konversi mata uang, konversi zona waktu, dan lain-lain.

5. Aplikasi Belajar Bahasa

Aplikasi ini perlu anda pasang apabila Anda ingin mempelajari bahasa baru atau ingin berpergian ke luar negeri. Aplikasi ini menawarkan pilihan untuk mempelajari berbagai bahasa baru, mulai dari mempelajari kata-kata sederhana, percakapan sederhana, hingga kata-kata yang kompleks. Aplikasi yang saya rekomendasikan adalah Duolingo yang menyediakan pilihan pembelajaran bahasa Inggris, Prancis, Jerman, Jepang, Spanyol, dan lain-lain. Saya sudah menggunakan aplikasi ini selama 2,5 tahun dan merasa cukup terbantu untuk belajar bahasa Jerman.

6. Aplikasi Pembaca E-book

Kalau Anda seorang penggemar buku namun ruang yang tersedia tak cukup untuk menampung semua koleksi buku Anda, Anda dapat menjadikan buku elektronik (e-book) sebagai pilihan lain untuk membaca buku. Selain karena tak memerlukan ruang penyimpanan fisik yang besar, e-book yang diunduh juga tak akan mengalami penjamuran dan lenyapnya beberapa halaman seperti pada buku fisik. Untuk membaca e-book, Anda memerlukan aplikasi yang dapat membaca e-book. Ada 2 aplikasi yang saya rekomendasikan. Aplikasi pertama adalah Google Play Books. Sesuai namanya, aplikasi ini dikembangkan oleh Google dan dapat digunakan untuk membaca buku-buku yang dijual di Google Playstore. Biasanya, aplikasi ini telah terpasang secara default di perangkat Android. Aplikasi kedua adalah Gramedia Digital. Sesuai namanya pula, aplikasi yang sebelum 2018 bernama SCOOP ini dikembangkan oleh Gramedia yang mana kita dapat membeli dan membaca e-book yang tersedia di market Gramedia Digital. Tak hanya buku, berbagai majalah dan harian nasional juga bisa dibeli. Anda juga dapat berlangganan paket premium untuk mengakses seluruh koleksi dengan harga Rp89.000 per bulan (Belum termasuk pajak dan biaya jasa). Pembayaran pun dapat dilakukan menggunakan pulsa.

7. Aplikasi Pengukur Kecepatan Jaringan

Bagi Anda yang suka berinternetan, kecepatan jaringan yang memadai akan sangat bermanfaat. Untuk dapat memastikan bahwa operator yang Anda gunakan telah memberikan kecepatan akses internet yang memuaskan, Anda dapat mengunduh aplikasi pengukur kecepatan jaringan, salah satunya speedtest.net.

Catatan : Semua aplikasi yang direkomendasikan tersedia untuk Android. Untuk ketersediaan di perangkat non-Android, silakan mencari informasi lebih lanjut.



Jan 18, 2018




Apakah kalian sering mendengar pernyataan ini?
Hampir semua sekolah dasar memberikan slogan ini

"Kalau ada uang harus kita tabung."


Benarkah?


Ajaran untuk menabung tentu tidak salah, tapi untuk bisa menjadi kaya dengan menabung rasanya adalah sebuah pernyataan yang kurang tepat.





Siapa dari kita yang mengetahui bahwa ada istilah yang disebut dengan inflasi?

Apakah inflasi itu?

Dalam bahasa mudah, inflasi berarti perampokan secara sadar tapi kita yang dirampok tidak bisa berbuat apa-apa.


Menyeramkan bukan?


ketika harga BBM mengalami kenaikan, adakah dari kalian yang mengisi dengan harga lama?


Uang kalian dirampok, yang seharusnya kemarin anda mungkin bisa membeli dua liter dengan nominal sekian, namun kini hanya bisa separuhnya saja. inilah perampokan yang terjadi secara masal, yang disebut dengan inflasi. Artinya, jika kalian menabungkan uang ke celengan sampai penuh, uang tersebut hanya akan bernilai sepenuhnya saat inflasi berlangsung.





Sedihnya, perampokan itu berlangsung setiap saat dan setiap tahun. Jadi, jika "Perampokannya" selalu separuh dari uang yang kalian tabung, maka agar celengan kalian bisa penuh, Kalian harus menambah dua kali lipat uang yang akan kalian masukan ke dalam celengan. Betul?






Tapi bagaimana kalau kita menabung di bank? tidak beda juga. Memang, mereka memberikan kita bunga. Namun, Jangan lupa juga adanya biaya dan pajak dari bunga.


Lebih mengesalkannya lagi adalah besarnya bunga tabungan di bank pasti lebih kecil dari banyaknya nilai uang yang dirampok oleh inflasi. Sebab apa? Inflasi naik maka bunga bank juga akan naik mengimbangi inflasi tersebut.


Jadi, statement apa yang harus kita miliki?


Kurangi menabung, perbanyak investasi.


"Ingat nak. Jika ada uang sisa, ditabung."


Pernah dengar petuah ini?

Ketika pendapatan kalian diterima setiap bulan, maka pastinya kalian memiliki kebutuhan hidup yang harus dibayar: listrik, air, telepon, dan lain sebagainya. Artinya setelah itu semua, baru kalian sisihkan untuk menabung.


Bayangkan hal itu berulang hingga kalian tidak lagi bekerja, apa yang terjadi? Kalian mulai ambil uang sisa selama kalian bekerja dan mulai menggunakan uang tabungan.

Apa artinya? Kalian akan menjalani sisa hidup kalian setelah tidak bekerja, atau pensiun, dengan sisa uang dari kehidupan kalian yg lalu. Menyeramkan bukan?

Apakah kalian suka dengan sesuatu yang sifatnya sisa? kalau saya sih tidak.

Ada sebuah penelitian Tim Hartley dari Pasific Financial Services, dalam penelitiannya terhadap 100 orang pada saat mencapai usia pensiun, didapatkan komposisi sebagai berikut:
  • 49 orang bergantung pada orang lain
  • 29 orang meninggal dunia
  • 12 gagal
  • 5 masih bekerja
  • 4 mandiri dari keuangan
  • 1 kaya raya
Apa arti penelitian itu? Artinya 49% orang memiliki tabungan yang tidak cukup menghidupi dirinya sendiri. Mungkin salah satunya disebabkan dengan keyakinan yang salah, yaitu menabung bila ada sisa.




Sisihkanlah di awal dan janngan biarkan menabung uang sisa. Sebab pada umumnya, uang kita tidak pernah sisa jika kita menggunakan prinsip tersebut.


Referensi: Passive income strategy oleh Ryian Filbert

Jan 8, 2018



Hanya Berfokus pada Hal-Hal Besar

“Aku ingin memiliki banyak uang tahun depan.”

Siapa yang membuat resolusi dengan kalimat seperti itu?

Itu adalah resolusi yang terlalu umum, fokus pada hal besar, dan hal yang tidak spesifik merupakan salah satu kesalahan yang membuat kita sulit untuk mewujudkannya.

Contoh lain, “Aku ingin hidup lebih sehat” atau “Saya ingin hidup lebih bahagia.”

Jika kamu ingin punya banyak uang, hidup lebih sehat, atau hidup lebih bahagia, apa yang harus kamu lakukan untuk meraihnya?

Langkah-langkah yang membantu untuk meraih tujuan itulah yang harus kita jadikan sebagai resolusi. Misal, kamu ingin lebih sehat tahun ini, untuk mewujudkannya kamu harus buat jadwal olahraga setiap minggunya, berhenti merokok, berhenti makan junk food, dan seterusnya.

Tidak Menuliskan Resolusi Tahun Baru

Bukan hanya daftar belanjaan yang harus ditulis, resolusi tahun baru juga harus ditulis agar lebih mudah untuk direalisasikan.

Menulis daftar resolusi bisa menjadi pengingat yang efektif utuk kita. Kamu juga bisa lebih bertanggung jawab pada rencana yang sudah dibuat sekaligus memiliki kemungkinan lebih besar untuk diwujudkan. Jadi, tuliskan resolusi kamu dan tempel di dinding, meja belajar, atau di tempat mana saja yang mudah terlihat sehingga dapat terus mengingatkan kita pada tujuan tahun ini.

Tidak Memantau Perkembangan

Memulai memang sulit, tapi menjaga agar tetap melakukannya juga tidak kalah sulit. Memantau sejauh mana kamu berhasil melaksanakan resolusi merupakan salah satu cara kamu tetap bisa melakukannya hingga selesai. Memantaunya dapat membantu kita mengingat resolusi dan tidak meninggalkannya.

Mudah Menyerah

Gagal beberapa kali memang bisa menghilangkan semangat, tapi bukan berarti kamu harus berhenti. Sejak membuat resolusi, kamu sudah harus bisa memprediksi masa-masa malas, gagal, dan jenuh dalam mewujudkan resolusi sehingga saat kesulitan datang, kamu sudah siap.

Terlalu Cepat Mengharapkan Hasil

Sebelum memulai, kita pasti sudah memiliki bayangan ketika kita berhasil melaksanakan resolusi yang dibuat, bukan?

Membayangkan keberhasilan tidak salah, tapi jika dengan membayangkan membuat kita ingin cepat-cepat mendapatkan hasil, kita harus lebih bersabar. Jika kehilangan kesabaran, kita bisa gagal dengan mudah. Jadi, sering-sering mengingatkan diri, ada hal-hal yang membutuhkan proses dan kita juga membutuhkan waktu untuk mewujudkannya.

Tidak Percaya pada Diri Sendiri

Singkatnya, kita harus percaya bahwa kita bisa mewujudkannya.

Seringkali kita membuat resolusi, tapi kita tidak yakin bisa melakukannya. Rasa pesimis ini juga salah satu dampak jika kita membuat resolusi yang terlalu besar. Oleh sebab itu, buatlah resolusi yang bisa diwujudkan, hal-hal kecil yang perlahan mengantarkan kita ke tujuan besar.

Menunda Terlalu Lama

Siapa bilang membuat resolusi harus saat tahun baru? Mewujudkan keinginan tidak harus menunggu momen tertentu. Kapan pun kita ingin merealisasikannya, kita bisa mulai sekarang dan menjadikannya sebagai resolusi. Menunggu dan menunda hanya membuat kita kehilangan semangat. Jadi, jangan ditunda!

Setelah ini, jangan lupa buat resolusi tahun baru yang lebih spesifik dan realistis, ya!


sumber: http://blog.e-mas.com/2017/12/28/kesalahan-membuat-resolusi-tahun-baru/


Jan 1, 2018



Satu hal yang harus saya sadari saat ini adalah saya harus banyak melakukan investasi dan mengurangi konsumsi saya dalam membeli barang yang tidak penting.

Mengapa sedikit konsumsi?


Harga barang yang kita beli cenderung akan semakin lebih murah, Barang yang kita beli harga jualnya akan turun 20-50% ketika kita jual kembali 5-10 tahun kedepan. Hal ini terjadi karena berkurangnya kualitas barang setelah kita menggunakan barang tersebut, jadi semakin banyak kita mengonsumsi sesuatu, semakin rugi kita.

Konsumsi adalah ibarat berenang-renang ke hulu, berakit-rakit ke tepian. Artinya, bersenang-senang dahulu, bersakit-sakit kemudian.


Mengapa banyak Investasi?

Inflasi, daya jual rupiah yang kita miliki semakin lama semakin berbeda, uang 100 juta yang kita miliki sekarang mampu untuk membeli tanah seluas 10 kali 10 meter persegi. namun 10 tahun kedepan uang tersebut bisa saja cuma mampu membeli tanah seluas 3 kali 3 meter persegi di lokasi yang sama persis. Harga makanan pun akan berbeda seiring berjalannya waktu, sehingga secara tidak langsung uang yang kita miliki memiliki daya jual yang berbeda. 

Jadi kita perlu untuk melakukan investasi, baik di tanah, atau aset lain yang kalian anggap akan terus berharga nantinya, sehingga bisa mengikuti kenaikan harga barang nantinya.