Dec 3, 2016

Tips memulai usaha sampingan sebagai content creator

Masalah utama yang sering penulis hadapi adalah masalah penghasilan, selain dari ide yang habis. Penulis tergantung pada royalti penerbit untuk mempunyai penghasilan. Kecuali jika kita sudah punya nama dan menjadi penulis best seller, sehingga bisa diundang di banyak talkshow baik secara online maupun offline, tentunya bisa mendapatkan penghasilan tambahan juga.




Konten merupakan media dalam penyampaian pesan, apapun yang memuat informasi atau hiburan, dan membawa muatan kisah.

Artikel merupakan konten. Infografik merupakan konten. Komik Instagram merupakan konten. Meme yang kamu share tiap hari, merupakan konten. Slide yang kamu download, merupakan konten. Webseries favorit kamu di YouTube, merupakan konten. Tutorial yang kamu baca dan kamu catat, merupakan konten.

Sampai post hoax yang di- share sama teman kamu di grup WA – yang supaya dia ngak disalahin dia buru- buru bilang “cuma copas dari grup sebelah” – juga  merupakan konten.

Kebayang?

Artinya, sekarang, hampir tiap menit dan tiap harinya, kamu berhubungan dan mengkonsumsi KONTEN karya seorang atau satu tim KREATOR KONTEN!

Terus kalo kamu tertarik dengan profesi pencipta konten itu, tapi masih bertanya cara menghasilkan uang dari profesi tersebut. Berikut adalah caranya:

1. Sajikan Konten Bermanfaat



Di internet, orang mencari dua hal. Informasi, atau hiburan. Kalau konten kamu bisa memberikan salah satu, atau kedua hal ini, maka konten kamu akan bisa membangun dan mendapatkan follower setia, yang perlahan akan menjadi aset kamu dalam membangun usaha sampingan sebagai kreator konten.

Konten yang bermanfaat bisa jadi tutorial, tips, menyediakan solusi, yang pada saat yang sama bisa menghibur target konten kamu.



2. Bangun Brand Follower



Jumlah follower dan pengikut channel konten kamu adalah aset terbesar kamu. Contoh seperti Dagelan di Instagram, MalesBanget.com, atau Cameo Studio di YouTube, kreator konten yang punya banyak follower (dan subscriber), atau viewer, diincar oleh brand dan perusahaan besar sebagai sarana ‘ngiklan’ produk yang menarik! Artinya, makin banyak brand follower dan pengikut konten kamu, makin besar potensi income kamu.

Sebarkan logo dan URL situs dan brand channel kamu di SETIAP konten kamu!

3. Bangun Brand Personal




Ketika konten- konten karya kamu mencapai kualitas yang tinggi, nama kamu sebagai kreator pun harus dipupuk lebih baik lagi. Dan ketika nama kamu sebagai brand pribadi sudah dipercaya sebagai kreator konten- konten berkualitas, kamu bisa menawarkan jasa kamu sebagai kreator konten original untuk brand dan perusahaan- perusahaan yang membutuhkan jasa kamu. Semacam ‘one man army’ content production. Kenapa nggak?

4. Monetizing Content


Internet punya berbagai sistem monetization dan cara menghasilkan uang otomatis. Dari iklan, sampai konten aggregator. Salah satu sistem yang paling populer dan terbesar (dan termudah), adalah Google Adsense. Tapi ini bukan satu- satunya. Dengan mengaktifkan sistem monetization ini, kamu siap mengubah viewer konten kamu jadi duit!


5. Kerjasama dengan perusahaan Content Marketing

Perusahaan Content Marketing memiliki jalur dan klien- klien brand yang sering membutuhkan konten- konten kreatif rutin setiap minggunya. Dan bekerjasama dengan mereka bisa membantu kamu mengakses dan mendapatkan proyek- proyek konten lepasan yang akan menghasilkan uang, yang belum tentu kamu dapatkan saat bekerja seorang diri.





3 comments:

  1. singkat, padat dan sangat bermanfaat mas. Tapi apa kita harus bisa merubah konten kita yang sudah dibangun bertahun2 sebagai personal branding kita sendiri mas? Thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tidak selalu demikian, yang penting suka sama apa yang kita tulis dan ikutin passion yg di inginkan. Jangan paksakan untuk menghapus tulisan yg lama apabila tulisan itu bermanfaat.

      Delete
    2. Tidak selalu demikian, yang penting suka sama apa yang kita tulis dan ikutin passion yg di inginkan. Jangan paksakan untuk menghapus tulisan yg lama apabila tulisan itu bermanfaat.

      Delete