Dec 1, 2014

Selamat Datang di Era Konseptual


Ada fenomena yang menarik yang saya temukan akhir-akhir ini. Kalau dulu, kita mungkin berpikir bahwa orang-orang yang bisa sukses, bisa kaya dan hidup berkelimpahan adalah mereka yang punya modal besar. Modal itu bisa seperti uang banyak, keturunan bangsawan, atau pengusaha, warisan, berbagai macam aset, dan lain sebagainya.  Jadi dulu, hampir mustahil kita bisa jadi sukses, dan kaya kalau kita tidak punya modal.

    Terus, saya membaca sekilas buku The Creative Economy tulisan  John Howkins dan menemukan sebuah fenomena baru, yaitu lahirnya sebuah era ketika orang-orang menjadi kaya hanya karena punya konsep kreatif yang sederhana.

    Hal ini disadari pertama kali pada tahun 1996, saat ekspor karya hak cipta Amerika Serikat Punya nilai penjualan sebesar 60,18 miliar dolar AS, Jauh mengalahkan otomotif, bahkan pesawat terbang.

    Kalau kita bicara tentang hak cipta, tentu kita bakal bicara inovasi dan kreativitas. Fakta ini tentu menunjukan adanya sebuah pergeseran pola pikir, yaitu "menjadi sukses butuh modal yang besar" ke "menjadi sukses butuh modal ide dan konsep kreatif". 

    Dan dengan adanya pergeseran pola pikir itu, sekarang kita telah sampai di era konseptual, sebuah masa ketika dorongan ide dan konsep kreatif bikin kita bisa menghasilkan uang sendiri. Yang menyenangkan adalah, ide dan konsep kreatif adalah modal yang dimiliki oleh setiap orang.

    Saya menjadi teringat pada kutipan Albert Einstein, bahwa sebuah masalah tidak bisa dipecahkan dengan pola pikir yang sama pada saat masalah tersebut tercipta. Artinya, setiap masalah yang muncul dan terus menerus muncul di setiap zaman,dan menuntut inovasi, ide, dan konsep-konsep kreatif untuk memecahkan masalah itu. Jadi, dalam tiap masalah yang ada, inovasi menjadi penting untuk memperbaru cara-cara penyelesaian masalah yang telah usang,

   Saat ini, kita berada di era yang sangat mendukung lahirnya ide dan inovasi baru. Kemajuan teknologi yang ada sekarang mempermudah kita mewujudkan dan menyampaikan gagasan yang kita punya ke seluruh pelosok dunia. Komputer yang keren, software yang powerful, smartphone yang semakin pintar, dan keberadaan internet yang membuat kita mudah bertukar pesan, berkenalan, chatting, menonton video, ataupun membuat karya lainnya.

   Seiring dengan berjalannya waktu, banyak orang yang mulai melek teknologi. Idealnya, orang-orang yang melek teknologi itu mampu menciptakan berbagai inovasi yang membuat mereka sukses di Kemudian hari. Tapi, hanya orang-orang tertentu saja yang bisa mewujudkan mimpi itu, yaitu mereka yang punya kreativitas.

    Jadi, di era konseptual ini, mereka yang punya ide unik, menarik dan diminati oleh banyak orang bisa menjadi orang yang sukses. Apalagi dengan dukungan teknologi dan informasi yang sangat cepat, semakin besar peluang kita untuk bisa membagi dan menjual ide-ide kreatif kita.

4 comments:

  1. Butuh keberanian besar, kalau kreatifitas terbentur resiko dan gak berani mengambil resiko itu sama aja nol.
    Jangan sampai peluang yang ada cuma sebatas datang dengan sia-sia, tanpa kita tahu mau diapakan peluang ini.

    ReplyDelete
  2. tarif roaming

    orang kaya yg duitya segudang, butuh inovasi yg laihir dri otak cemerlang...
    nah, inovasi ini jadi komoditaslah hehehehe

    kreatifitas gak pernah mati :)
    Salam kenal sob. selamat blogwalkking ...

    ReplyDelete
  3. Sedang cari-cari inspirasi, eh malah nyangkut di blognya Mahdi, hehe. Saya setuju juga dengan komentar pertama di atas. Meski ide memang penting, tapi tanpa keberanian untuk memulai dalam mengaplikasikan ide kita di kehidupan nyata, tidak akan memberi dampak apa-apa. Sambil lalu, artikel yang inspiratif.

    ReplyDelete