Jul 17, 2018

 

    Keluarga adalah salah satu bentuk pendidikan yang utama yang diharapkan menyediakan kebutuhan psikologis dan biologis bagi anak, merawat, dan mendidiknya. Keluarga merupakan konsep yang dapat membantu anak-anak agar dapat tumbuh menjadi pribadi yang dapat berguna, beradaptasi, mewarisi kebudayaan, dan mewarisi nilai kehidupan bagi lingkungannya. Anak-anak dibekali untuk memasuki dunia orang dewasa, bahasa, adat istiadat, dan seluruh isi kebudayaan yang ada. Dalam keluarga batih, terutama ayah sebagai kepala keluarga, harus memberikan bimbingan, ajakan, pemberian contoh, dan juga sanksi khusus. Anak dapat dididik untuk menjadi pandai, berpengalaman, berpengetahuan, serta berperilaku dengan baik. Keluarga bukan hanya bertujuan untuk menambah keturunan, bercinta, dan tujuan reproduksi. Keluarga merupakan sarana untuk menciptakan suasana sebagai proses pendidikan berkelanjutan guna melahirkan generasi penerus (keturunan) yang cerdas dan budi pekerti yang lebih baik, di mata orang tua dan juga bagi masyarakat.

Orang Tua Sebagai Role Model

    Anak-anak memiliki dunianya sendiri dalam setiap kegiatannya. Hal itu terlihat dari banyaknya gerak, penuh semangat, suka bermain pada setiap tempat dan waktu, tidak mudah letih, dan cepat bosan. Anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang besar dan ingin memiliki mencoba segala hal yang dianggapnya baru. Anak-anak hanya berpikir untuk melakukan yang mau ia lakukan saat ini, sehingga anak tersebut tidak memikirkan masa lalu dan tidak memikirkan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Oleh karena itu, orang tua dapat menjadi realitas masa sekarang sebagai titik tolak dan metode pembelajaran bagi anak khususnya di era kekinian ini.


    Manusia yang berkualitas hanya akan lahir dari remaja yang berkualitas, remaja yang berkualitas hanya akan tumbuh dari anak yang berkualitas. Keluarga sebagai lembaga sosial terkecil memiliki peran penting dalam hal pembentukan karakter individu. Keluarga menjadi begitu penting karena melalui keluarga ini lah kehidupan seseorang terbentuk. Sebagai lembaga sosial terkecil, keluarga merupakan bangunan yang kompleks di suatu tatanan masyarakat. Seorang anak akan bersosialisasi, memahami, menghayati, dan merasakan segala aspek kehidupan yang tercermin dalam kebudayaan. Hal tersebut dapat dijadikan suatu tiang seiring dengan berkembangnya zaman, pendidikan moral dalam keluarga mulai luntur. Oleh sebab itu, peran keluarga sangat besar sebagai penentu terbentuknya moral-moral manusia yang dilahirkan.

    Ada lima pembagian masa kanak-kanak yaitu:
  1. Masa prenatal, yaitu diawali dari masa konsepsi sampai masa lahir
  2. Masa bayi dan tatih, yaitu saat usia 18 bulan pertama kehidupan merupakan masa bayi, di atas usia 18 bulan sampai tiga tahun merupakan masa tatih. Saat tatih inilah anak-anak menuju pada penguasaan bahasa dan motorik serta kemandirian
  3. Masa kanak-kanak pertama, yaitu rentang usia 3-6 tahun, masa ini dikenal juga dengan masa prasekolah
  4. Masa kanak-kanak kedua yaitu usia 6-12 tahun, dikenal pula sebagai masa sekolah anak-anak telah mampu menerima pendidikan formal dan menyerap berbagai hal yang ada lingkungannya
  5. Masa remaja, yaitu rentang usia 12-18 tahun, saat anak mencari identitas dirinya dan banyak menghabiskan waktunya dengan teman sebayanya serta berupaya lepas dari kungkungan orang tuanya.

Penanaman Moral dan Budi Pekerti Luhur
    
    Hal psikis alami yang sering terjadi pada anak adalah seringnya mereka mengajukan pertanyaan pada orang tua terkait semua hal tentang fiktif mau pun hal yang berdasarkan fakta. Ini merupakan sebuah ekspresi rasa ingin tahu ketika anak-anak sudah mulai menguasai bahasa dan motorik untuk menuju kepribadian yang mandiri. Ini lah saat peran orang tua dibutuhkan. Orang tua dituntut untuk menjawab segala pertanyaan yang dilontarkan dan harus menjawab dengan jawaban memuaskan bagi si anak walau itu bersifat fakta atau karangan orang tua. Banyak pertanyaan termasuk pernyataan yang bersifat sensitif, di sini lah peran orang tua untuk menyisipkan pendidikan mengenai moral dan budi pekerti untuk ditanamkan. 

"Orangtua sebaiknya turut mengantarkan anaknya ke sekolah pada hari pertama. Jangan sebatas di pintu gerbang saja, tetapi menemui gurunya agar mengetahui apa saja yang perlu dilakukan untuk menunjang proses belajar anak. Orangtua perlu menitipkan anaknya secara eksplisit kepada para gurunya, “kata Mendikbud melalui siaran pers, Senin, 16 Juli.

    Setiap orang tua pasti ingin anaknya tumbuh berkembang jadi manusia cerdas yang memiliki budi pekerti baik agar dapat menjaga nama baik keluarganya. Seorang anak tentunya berbeda pola pikirnya dengan orang dewasa. Seorang anak memang juga berpikir, melihat, mendengar, dan berperasaan namun belum tentu keluar dengan logika yang masuk akal.

“pemuda tidak akan jadi pemuda jika masa kanak-kanaknya jika tidak merasakan masa kanak-kanaknya”

    Selain pembentukan moral, seorang anak tentunya memerlukan pendidikan budi pekerti luhur. Salah satu cirinya adalah selalu menunjukkan sikap sopan dan hormatnya pada orang tua. Budi luhur merupakan sebuah nilai yang tidak melekat karena keturunan akan tetapi harus diciptakan. Budi pekerti luhur dapat dibilang sebagai produk pendidikan dalam keluarga. Budi pekerti luhur merupakan gabungan antara kehendak, karsa, dan akal. Seiring dengan modernisasi dan globalisasi, telah terjadi pergeseran nilai-nilai kebudayaan pada masyarakat. Siaran-siaran channel youtube dan televisi menjadi sorotan salah satu penyebab lunturnya nilai-nilai tersebut.


    Hadirnya teknologi hampir telah merebut kerekatan anak-anak dengan orang tuanya. Berbagai nasihat sering diacuhkan, diabaikan, bahkan dianggap kuno oleh anak zaman sekarang. Oleh karena itu, penting sekali di sini bahwa orang tua benar-benar harus memberi tahu anaknya konsep mengenai nilai-nilai yang seharusnya dicerna dengan baik oleh anak-anak. Orang tua harus mengutamakan kebersamaan dalam keluarga setiap hari. Hal ini perlu agar anak dapat merasakan kehadiran orang tuanya. Komunikasi menjadi hal penting agar terjalinnya hubungan yang baik antara orang tua dan anak.

    Manfaat Teknologi Digital
  1. Sumber Informasi
  2. Membangun Kreativitas
  3. Komunikasi
  4. Pembelajaran Jarak Jauh
  5. Jejaring Sosial
  6. Mendorong Pertumbuhan Usaha
  7. Memperbaiki Layanan Publik


    Hal-hal yang Perlu diperhatikan Orang Tua di Dunia Digital
  1. Kesehatan Mata Anak
  2. Masalah Tidur
  3. Kesulitan Konsentrasi
  4. Menurunnya Prestasi Belajar
  5. Perkembangan Fisik
  6. Perkembangan Sosial
  7. Perkembangan Otak
  8. Perkembangan Bahasa Anak


Cara Jitu Orang Tua dalam Penyisipan Konten Nilai-Nilai Moral dan Budi Pekerti Luhur

  1. Berikan pujian atau apresiasi yang berbentuk positif kepada anak-anak pada saat yang tepat. Contohnya saat mereka mendapatkan nilai yang bagus ketika ujian. Pujian dan apresiasi yang positif dapat menjadikan kepercayaan diri pada anak menjadi meningkat
  2. Jadilah seorang teladan dalam tumbuh kembang anak. Orang tua yang selalu memberikan aura positif bagi lingkungan tentunya bisa menjadi cerminan bagi anaknya untuk melakukan hal positif pula di lingkungannya
  3. Tanamkan konsep proses bukan sesuatu yang bisa diraih secara instan. Contohnya ketika dalam studi kasus hadiah, seorang anak akan dibelikan mainan power ranger ketika dia bisa mendapatkan nilai lebih dari angka 7 saat pelajaran matematika
  4. Pembentukan karakter pada anak itu harus menjadi salah satu fokus. Mulai dari belajar kepemimpinan, bekerja sama, kedisiplinan, dan kunci sukses. Hal ini bisa membuat seorang anak terlatih rasa kepemimpinannya saat anak tumbuh dewasa nanti. Kamu sebagai orang tua bisa menyisipkan pembelajaran di aktivitas rutin, misalnya olahraga.
  5. Batasi penggunaan gadget. Membatasi bukan berarti melarang anak untuk menggunakan gadget, melainkan mengurangi dan mengontrol penggunaan konten anak tersebut. Melarang akan menimbulkan dampak psikologis apalagi jika teman-temannya mempunyai gadget pula. Misalnya, kamu dapat mengakali youtube dengan tontonan anak-anak yaitu youtube for kids atau bisa menyarin gkonten dengan pengaturan di aplikasi youtube
  6. Mengenalkan anak pada produk-produk digital. Selain berusaha untuk mengatasi dampak negatif terhadap anak, sebagai orang tua, kamu harus membuat anak menjadi sebuah probadi yang tidak ketinggalan zaman. Hal ini tentunya akan memperluas cakrawala pikir anak. Namun jangan lupa ya untuk menyelipkan konten nilai dan moral didalamnya. Kamu juga dapat mendapatkan kebersamaan yang penuh dengan keluarga jika dapat bereksperimen dengan produk-produk digital.
  7. Informasi meledak menjadi butiran butiran data yang tentunya dapat kita temui setiap saat. Anak-anak tentunya belum mempunyai kemampuan yang kuat untuk menyaring informasi mana yang benar atau bukan hoax. Oleh karena itu, orang tua diharapkan mampu memberikan jawaban yang ideal setiap rasa ingin tahu anak muncul.
    Orang tua merupakan role model bagi anak-anaknya, untuk itu seharusnya orang tua dapat menjadi contoh yang baik bagi anak-anaknya. Orang tua juga harus adaptasi terhadap perkembangan zaman dan teknologi saat ini. Anak-anak memiliki pemikiran yang kritis terhadap sesuatu yang baru. Bila orang tua tidak membuka diri terhadap perkembanga, tentunya akan menuai kesulitan dalam menjawab pertanyaan dari anak. Pada akhirnya berubah kebohongan dan secara tidak langsung menanamkannya pada anak. 

Jadilah orang tua yang cerdas, bukan keras 😊
#sahabatkeluarga


Jul 1, 2018

Segera setelah Anda masuk ke kantor, mudah untuk melihat bahwa setiap orang memiliki gaya kerjanya tersendiri.

Sebagian orang secara alami tertarik pada orang lain dan tampaknya selalu berkelompok. Yang lain merasa jauh lebih efisien jika mereka bekerja di rumah atau di tempat yang tenang. Saat makan siang, beberapa orang menikmati membaca sementara yang lain bertemu mantan rekan kerja di restoran baru.

Bagaimana Anda lebih suka bekerja, berkomunikasi, dan mengisi ulang baterai Anda mengatakan banyak tentang tipe kepribadian Anda.

Apakah Anda seorang introvert, ekstrovert, atau ambivert?

"Untuk bekerja dengan baik dengan orang lain, Anda perlu memahami kepribadian mereka dan mereka perlu memahami kepribadian Anda."
- Adam Grant

Introvert:




Introvert mengisi ulang energi mereka dengan menghabiskan waktu sendirian. Dan, menurut sebuah makalah yang ditulis oleh psikolog Wellesley, Jonathan Cheek dan para mahasiswa pascasarjananya, sebenarnya ada empat level introvert: social, thinking, anxious, and restrained.

  1. Social introverts

Introvert sosial sangat mirip dengan pemahaman umum tentang introvert. Mereka lebih suka sendirian atau bersosialisasi dengan kelompok kecil daripada yang besar, namun mereka tidak pemalu dan tidak merasa khawatir dengan orang lain.

  2. Thinking introverts
mereka tidak berbagi kebencian terhadap kelompok sosial, tetapi mereka cenderung tersesat dalam pikiran mereka sendiri. Mereka bersikap introspektif, bijaksana, dan memantulkan diri.

  3. Anxious introverts
mereka mencari kesendirian karena mereka cenderung merasa canggung atau rendah diri terhadap sekitar orang lain. Dan kecemasan ini tidak selalu hilang ketika mereka sendirian. Mereka cenderung merenungkan hal-hal yang mungkin ada atau mungkin salah.

 4. Restrained introverts
Introvert yang diam berpikir sebelum bertindak. Mereka bergerak dengan kecepatan yang sedikit lebih lambat, memastikan setiap tindakan itu telah disengaja dan dipikirkan dengan matang.

Ekstrovert:



Ekstrovert merasa bersemangat ketika berada di sekitar banyak orang. Mereka tidak keberatan menjadi pusat perhatian, namun menghabiskan terlalu banyak waktu sendirian dapat menguras mereka secara mental. Dan, seperti halnya introversi, ada perbedaan tingkat ekstroversi. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Cognitive, Affective, & Behavioral Neuroscience, ada dua jenis: the agentic extrovert dan affiliative extrovert.

 1. the agentic extrovert
mereka adalah orang yang gemar bekerja. Mereka tegas, gigih, dan didorong oleh kesuksesan. Mereka merasa nyaman berada di pusat perhatian dan mengambil posisi kepemimpinan ketika peluang muncul.

 2. affiliative extrovert
mereka adalah kupu-kupu sosial. Mereka ramah, hangat, dan dapat dengan mudah menghancurkan es dengan orang-orang baru. Hubungan yang dekat sangat berarti bagi mereka dan mereka cenderung memiliki kelompok teman yang sangat besar.

Ambivert:




Ambivert berada di tengah dan mereka benar-benar menjadi mayoritas populasi. Menurut Barry Smith, profesor emeritus dan direktur Laboratorium Human Psychophysiology di University of Maryland, "Ambiverts memiliki 68% dari populasi."

Ambiverts secara sosial nyaman dan interaktif, namun menghargai waktu sendirian. Namun, mereka tidak berfungsi dengan baik di kedua arah terlalu lama. Keseimbangan adalah kunci untuk ambivert dan preferensi mereka untuk introverst atau ekstrovert dapat berubah tergantung pada situasi.

Kiat untuk memaksimalkan produktivitas

Tidak ada tipe kepribadian yang benar atau salah, tetapi memahami jika Anda seorang introvert, ekstrovert, atau ambivert dapat membantu Anda lebih memahami apa yang Anda butuhkan untuk melakukan pekerjaan terbaik Anda.

Berikut adalah kiat produktivitas kami untuk setiap tipe kepribadian:



Introvert

Kendalikan lingkungan Anda:

lantai terbuka tidak berfungsi untuk semua orang, jadi jangan merasa terjebak di meja Anda. Jika Anda perlu waktu tenang, cari sudut kantor atau kafe yang tenang. Atau, minta manajer kantor Anda untuk menunjuk ruang yang tenang khusus agar orang berkonsentrasi.

Fokus pada interaksi satu lawan satu:

Proyek-proyek kelompok dan acara-acara seukuran auditorium dapat menjadi mimpi buruk bagi para introvert. Tergantung pada peran Anda, Anda mungkin tidak akan dapat lolos dari pertemuan besar atau kerja kelompok, tetapi Anda masih dapat meluangkan waktu untuk percakapan yang lebih intim dan bermakna dalam pengaturan satu-satu. Tindak lanjuti dengan stakeholder utama dalam obrolan solo atau bertemu dengan rekan tim secara individual untuk membantu meningkatkan tingkat kenyamanan Anda.

tenanglah: 

Kehidupan kantor dapat memuliakan mentalitas kerja dengan cepat, tetapi introvert cenderung unggul ketika mereka menyelam jauh ke dalam satu subjek atau mengambil waktu mereka untuk benar-benar memikirkan masalah yang ada. Tetapi tim Anda tidak akan pernah tahu ini jika Anda tidak berbicara. Pastikan untuk mengomunikasikan gaya kerja yang Anda sukai ke manajer Anda dan angkat tangan Anda untuk proyek yang selaras dengan pemikiran yang lebih dalam.

Persiapkan pertemuan:

Selalu ada dua atau tiga orang yang mendominasi rapat. Jika Anda menunggu pembukaan alami dalam percakapan untuk berkontribusi, Anda mungkin akan menunggu selamanya. Untuk membantu memotivasi diri Anda untuk berpartisipasi dalam pertemuan, tinjau agenda di depan waktu dan catat beberapa hal yang ingin Anda katakan.

Ekstrovert:

Carilah kegiatan: 
Anda membutuhkan white noise dari musik, obrolan, dan gerakan untuk membuat pemikiran kreatif mengalir. Jika Anda tidak merasa terinspirasi di meja Anda, keluarlah ke kedai kopi. Ya, sama seperti rekan-rekan Anda (introvert), kedai kopi bisa berfungsi untuk tipe kepribadian apa pun. Lagi pula, siapa yang bisa mengatakan tidak pada kopi dan kue kering saat bekerja? Pilihan lain: istirahat, keluar, dan berjalan di sekitar blok. Terkadang yang Anda butuhkan hanyalah perubahan pemandangan agar terasa segar.

Rangkul kesibukan, namun tetap hati-hati: 
Sementara beberapa orang mungkin merasa tertekan dari daftar to-do yang terus bertambah atau melompat-lompat di antara pertemuan, Anda menikmati tantangan itu. Gunakan ini untuk keuntungan Anda dengan menawarkan untuk mengambil proyek yang lebih besar dengan banyak bagian yang bergerak.

Jadwalkan jam sosial: 
Anda mendapatkan energi dari interaksi sosial, tetapi rapat tidak selalu memenuhi syarat sebagai "jam sosial". Luangkan waktu di hari Anda untuk secara sengaja terhubung dengan orang lain. Misalnya, makan siang atau minum kopi dengan seseorang yang baru setiap minggu. Ini sangat penting bagi orang ekstrovert yang bekerja dalam tim terdistribusi dan tidak memiliki saluran alami untuk bersosialisasi. Jika Anda bekerja dari jarak jauh, manfaatkan fleksibilitas dan bekerja di ruang kerja, ambil kelas kebugaran kelompok harian, atau hadiri acara networking di area Anda.


Gunakan waktu untuk refleksi: 
Anda berhasil dalam multitasking dan memeriksa hal-hal dari daftar Anda, tetapi itu biasanya berarti Anda melompat dari satu tugas ke tugas tanpa memikirkan apa yang baru saja Anda capai. Jadi, setelah pencapaian besar, blokir 20 atau 30 menit di kalender Anda untuk memikirkan apa yang berhasil, apa yang tidak berhasil, dan analisis hasilnya.

Ambivert

Manfaatkan fleksibilitas Anda: 
Ambivert biasanya dapat memberi makan energi orang-orang di sekitar mereka. Karena Anda memiliki sedikit introvert dan ekstrovert di dalam diri Anda, Anda dapat dengan mudah beradaptasi dengan lingkungan sosial yang riuh dan juga menikmati suasana hati yang tenang dan bijaksana. Sambil mengoptimalkan produktivitas Anda sendiri, pertimbangkan gaya orang-orang yang berinteraksi dengan Anda dan tetap fleksibel sehingga Anda dapat memenuhi kebutuhan Anda sendiri tanpa mengorbankan mereka.

Bereksperimenlah dan temukan apa yang berhasil untuk Anda: 
Bergantung pada tempat Anda jatuh pada spektrum introvert dan ekstrovert, Anda mungkin menemukan bahwa beberapa kiat di atas (introvert dan ekstrovert) cocok dengan Anda. Atau, suasana hati Anda bisa berubah tergantung pada hari. Pilih dan pilih dari tips untuk introvert dan ekstrovert untuk menemukan apa yang cocok untuk Anda. Atau, Anda dapat mencoba semuanya dan melihat apa yang berhasil.

Tip untuk semua orang: jangan terlalu nyaman

Tips ini dirancang untuk mengoptimalkan produktivitas berdasarkan jenis kepribadian Anda, tetapi tidak harus memaksa Anda ke sudut introvert atau ekstrovert. Ingat untuk mendorong diri Anda keluar dari zona nyaman Anda dan cobalah hal-hal yang terasa menakutkan atau tidak nyaman.

Misalnya, introvert dapat menemukan bahwa sedikit sosialisasi kantor berjalan jauh dalam menjalin hubungan yang lebih baik dan meningkatkan visibilitas mereka dengan kepemimpinan.

Jun 29, 2018

Kecuali Anda menjalani kehidupan yang sempurna, terkadang, mengatur jalannya kehidupan itu sangatlah sulit.

Itu terjadi pada semua orang, baik itu orang kaya atau orang miskin, optimis atau pesimis, baik atau jahat.


Hidup memiliki cara tersendiri. Terkadang, sepertinya semua harapan dan impian Anda akan tercapai, sementara di lain waktu bom kehidupan akan dilempar pada saat yang bersamaan hingga Anda berada di titik terendah.

Jadi apa yang Anda lakukan ketika hidup tidak berbelas kasihan pada Anda?

Anda akan menyalahkan diri dan mengeluh. Anda bisa menjadi frustrasi dan marah.

Tetapi kemudian ada pilihan lain yang jauh lebih baik.

1. Diversify Your Source Of Fulfilment (pisahkan sumber pemenuhan kehidupan anda)

Orang biasanya berbicara tentang konsep diversifikasi di dunia investasi. Mereka mengatakan Anda tidak boleh menaruh semua telur dalam satu keranjang karena akan membuat Anda bergantung pada satu sumber untuk semua hasil investasi Anda.

Prinsip yang sama berlaku untuk hidup.

Saya tidak mengatakan bahwa Anda harus mendistribusikan fokus Anda ke beberapa proyek.
Apa yang saya maksud adalah Anda harus menetapkan tujuan di banyak bidang kehidupan Anda.

Anda dapat menemukan makna dan kemajuan dalam karier, kesehatan, keuangan, hubungan, hobi, pengembangan pribadi, dan sebagainya.

Ketika satu area gagal memberikan Anda kepuasan, yang lain akan dapat mendukung Anda.

Dan ketika setiap area tampak berantakan, mulailah lihat dasar-dasar berikut:
  • Makanan yang Anda makan sehari-hari
  • Kegiatan Anda sehari-hari
  • Jadwal Tidur
  • stress
Jika Anda menjaga keempat aktivitas ini tetap sehat dalam hidup Anda, akan menjadi lebih mudah bagi Anda untuk bangkit kembali.

Alasan keempat kegiatan ini saling menguntungkan adalah bahwa mereka akan mengubah kimia otak Anda. Anda akan merasa baik, termotivasi, fokus, dan bahagia.

Dan itulah titik awal yang Anda butuhkan untuk mengubah hidup Anda.

2. Ubah Lingkungan Anda

Lingkungan Anda adalah pembawa pengaruh nomor satu dari kebiasaan, pikiran, dan perasaan Anda.

Meskipun tidak selalu mungkin mengubah lingkungan Anda, setiap orang harus mengalami perubahan lingkungan setidaknya setiap beberapa tahun.

Dengan mengubah lingkungan Anda, Anda akan:
  • Tingkatkan kesadaran diri
  • Dapatkan kejelasan dalam hidup
  • Temukan peluang baru
  • Jelajahi kemungkinan baru
  • Temukan orang-orang dengan perspektif berbeda
  • Lebih beradaptasi terhadap keadaan
Jika Anda tidak dapat mengubah lingkungan Anda, maka luangkan waktu untuk bepergian jauh.

Banyak orang melakukan perjalanan untuk mendapatkan lebih banyak pengalaman, yang luar biasa. Tetapi untuk membawanya ke tingkat yang baru, biarkan lingkungan baru yang mengubah Anda.

Amati dan serap lingkungan baru Anda.

Tanya diri Anda sendiri - apa yang bisa saya pelajari dari budaya di tempat ini?
Pergeseran pola pikir baru apa yang dapat saya ambil dari tempat ini?

Dengan identitas baru ini, Anda tidak akan menjalani kehidupan yang sama bahkan di lingkungan lama Anda.

3. Gunakan waktu sulit anda sebagai pelajaran

Setelah melakukan semua yang Anda bisa, jika Anda masih tidak dapat mengatasi masa-masa sulit, Anda dapat mengambil senjata terbesar di gudang senjata Anda - pelajari waktu sulit tersebut.

Alam menunjukkan kepada kita aturannya. Matahari terbenam diikuti oleh matahari terbit.
Musim dingin diikuti oleh musim semi.

Kehidupan berjalan dalam siklus dan musim. Jika hidup Anda pada titik rendah hari ini, itu tidak akan tetap sama. Cukup mengetahui hal ini dapat memberi Anda kekuatan untuk menahan rasa sakit.

Bahkan, jangan hanya menahan rasa sakit. Rasakan sakitnya. Rangkullah rasa sakit itu.

Mengapa?

Karena Anda hanya menyadari kebahagiaan akan terjadi setelah Anda melewati masa sulit tersebut.

Jika hidup Anda tetap sempurna, itu akan membosankan dan Anda akan membencinya.

Tetapi saya tidak hanya memberi tahu Anda untuk duduk di sana dan menunggu keajaiban terjadi.

Ekspresikan diri Anda melalui metode kreativitas yang Anda sukai - menulis, melukis, bernyanyi, menari, berbicara, bermain, dan banyak lagi.

Ungkapan akan menyembuhkan rasa sakit dan memberi Anda dorongan yang Anda butuhkan untuk bangkit kembali.

Dan terakhir, gunakan kekuatan rasa sakit untuk mengguncang hidup Anda. Kekuatannya dapat terus mendorong Anda ke bawah atau Anda dapat menggunakannya untuk menciptakan momentum dalam hidup Anda.

Hidup adalah arena Anda.

Anda akan kalah. Anda akan dipukul. Anda akan turun. Itu tidak bisa dihindari.

Setelah setiap pukulan, Anda dapat menyerah atau Anda dapat belajar dari pengalaman untuk bangkit dan mencoba lagi.

Jika hidup Anda berada di titik rendah, gantilah lingkungan Anda sesegera mungkin.

Jika Anda sudah mencapai titik terendah, gunakan waktu yang sulit untuk memulai lagi.

Jun 28, 2018

Semua ini tidak serumit itu. Cinta seharusnya tidak rumit. Pekerjaan seharusnya tidak rumit.



Kebahagiaan dan kedamaian pikiran dan kesejahteraan seharusnya tidak rumit.

Kita membuatnya jauh lebih sulit daripada yang seharusnya.

Kita tidak seharusnya tersiksa dan merasa cemas dan membaca hal-hal dan mengkhawatirkan detail dari hari ke hari.

Kita tidak seharusnya terlalu banyak menganalisis semua yang terjadi pada kita, mulai dari teks yang kita terima hingga ekspresi pewawancara atau mengapa kita melakukan atau tidak melakukan penjualan.

Kita tidak seharusnya bertanya-tanya bagaimana keadaannya. Atau apakah kita baik-baik saja. Kita tidak seharusnya mempertanyakan seberapa kuat dunia kita, dan apakah semuanya stabil seperti yang kita harapkan, atau bisa runtuh.

Kita tidak seharusnya merasa terhibur ketika sesuatu yang kecil berjalan sesuai keinginan kita ((Kita tidak seharusnya ingin merasa "diselamatkan" sama sekali.)

Kita tidak seharusnya merasa hancur ketika hal-hal kecil tidak berjalan sesuai keinginan kita.

Kita bermaksud mengakui itu, ya, kita memang memilih.

Semua ini.

Dan itu kita terus memilih - setiap hari.


Dan itu tidak dimaksudkan untuk menjadi mudah, tetapi itu juga tidak dimaksudkan untuk menjadi serumit seperti kebanyakan dari kita buat.

Hidup tidak seharusnya serumit ini. Sulit, ya, tapi tidak rumit.

Cinta itu sangat sederhana. Dibutuhkan kerja dan itu tidak mudah, tetapi rumusnya sangat mudah!

Dan jika itu tidak terasa seperti itu, itu karena kita melakukan kesalahan.
Kita terlalu rumit padahal itu adalah hal sederhana.

Jika melakukan apa pun membuat Anda lebih cemas atau tidak nyaman, khawatir, atau stres, atau hal-hal negatif lainnya, hal itu menjauhkan Anda dari kebahagiaan, ketenangan pikiran, kenyamanan, keamanan, dan apa pun yang Anda cari.

Dan terkadang sesederhana seperti membuatnya sederhana.